Merahputih.com - Langkah mantap sang tuan rumah dalam kompetisi Piala Dunia 2026, Amerika Serikat kini mendapat pengakuan dari sosok legenda hidup lapangan hijau, Zlatan Ibrahimovic.
Keberhasilan mengunci status juara Grup D memicu optimisme tinggi, bahkan melahirkan prediksi bombastis mengenai calon kuat peraih trofi emas tahun ini.
Kemenangan meyakinkan 2-0 atas Australia menjadi pembuktian sahih kekuatan armada Paman Sam. Hasil positif tersebut, berpadu kekalahan mengejutkan Turki dari Paraguay, memastikan posisi puncak aman dari kejaran lawan.
Baca juga:
Prediksi Susunan Pemain Amerika Serikat vs Australia: Duel Perebutan Puncak Grup D Piala Dunia 2026
Mantan striker legendaris Swedia, Zlatan Ibrahimovic, langsung melontarkan pujian setinggi langit saat memandu jalannya pertandingan.
“Jika sebelumnya tidak percaya, mulailah percaya,” ujar Zlatan Ibrahimovic penuh penekanan saat menjawab pertanyaan presenter Fox Sports, Rebecca Lowe.
Dominasi Mutlak dan Rekor Purba Terulang
Kelolosan dini ini membuat Amerika Serikat menyusul langkah sesama rekan tuan rumah, Meksiko, menuju fase gugur.
Skuad Paman Sam dijadwalkan menantang tim peringkat ketiga terbaik di Stadion San Francisco Bay Area pada 2 Juli mendatang. Performa impresif sepanjang turnamen juga berhasil mengulang catatan emas sejarah masa lalu.

Fakta menarik tentang Timnas Amerika Serikat:
-
Catatan Kemenangan Beruntun: Mengulangi pencapaian tahun 1930 di Uruguay lewat torehan dua kemenangan berturut-turut awal turnamen.
-
Produktivitas Lini Depan: Mengemas enam gol dalam dua laga, hanya berselisih satu gol dari rekor tertinggi turnamen tahun 1930 dan 2002 (tujuh gol).
-
Agenda Babak Gugur: Menanti lawan peringkat ketiga fase grup untuk bertanding di San Francisco.
-
Hasil Pertandingan Pembuka: Menggilas Paraguay lewat skor telak 4-1 sebelum menumbangkan Australia.
Faktor Suporter Bikin Lawan Kena Mental
Ibrahimovic menilai atmosfer stadion dan dukungan masif publik domestik menjadi senjata rahasia paling mematikan saat ini.

Kehadiran suporter fanatik memberikan suntikan motivasi berlipat bagi para pemain lapangan hijau. Kritik tajam juga sempat mengarah kepada tim lawan akibat kegagalan memberikan perlawanan berarti.
Baca juga:
“Dukungan seluruh negeri membuat tim ini sulit dikalahkan, jujur Australia bukan ancaman,” tambah Ibrahimovic.
Mantan penyerang AC Milan tersebut menegaskan performa inkonsisten sebelum turnamen sama sekali tidak memengaruhi mental bertanding tim. Fokus utama kini tertuju pada konsistensi performa babak 32 besar demi merealisasikan target juara.