Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Pasokan Gas Elpiji ke Dapur MBG di Kota Kupang Alami Kelangkaan

Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 12 Maret 2026

MerahPutih.com - Pasokan gas elpiji ke dapur makan bergizi gratis (MBG) di Kota Kupang, dikabarkan mengalami hambatan atau kelangkaan yang terjadi hampir sebulan ini.

Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur melakukan pengecekan terhadap kondisi tersebut.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra mengatakan, pengecekan tersebut guna memastikan tidak terjadi penyalahgunaan distribusi yang dapat mempengaruhi ketersediaan gas bagi masyarakat.

"Aparat kepolisian juga berencana melakukan pendalaman terkait penggunaan gas elpiji pada sejumlah SPPG di Kota Kupang," katanya.

Henry mengatakan, pengecekan itu dilaksanakan setelah pemeriksaan sejumlah outlet atau agen penjualan gas LPG di Kota Kupang.

Selain ketersediaan, pemeriksaan ini juga memastikan harga jual per tabungnya tidak melebihi harga eceran tertinggi (HET).

Saat ini, sejumlah aparat kepolisian dan instansi terkait tekah melakukan pengecekan langsung ke puluhan outlet penjualan tabung gas elpiji guna memastikan ketersediaan stok serta stabilitas harga di pasaran.

"Ada kurang lebih 60 outlet penjualan gas elpiji ada di Kota Kupang, dan tim masih melakukan pengecekan," ujarnya.


PT Pelita Timor Gas telah mengeluarkan surat imbauan resmi kepada seluruh outlet agar menjaga stabilitas harga gas elpiji di tingkat penjualan.

Dalam surat tertanggal 9 Maret 2026 tersebut, distributor meminta seluruh outlet menjual LPG kepada masyarakat dengan harga wajar. Untuk gas elpiji 12 kilogram diimbau dijual di bawah Rp 300.000 per tabung, sedangkan gas elpiji 5,5 kilogram di bawah Rp 200.000 per tabung dan harga tersebut sudah termasuk margin bagi outlet.

Petugas, kata ia, melakukan pengecekan langsung ke outlet-outlet untuk memastikan ketersediaan stok serta memantau harga penjualan kepada masyarakat.

Aparat kepolisian juga memberikan imbauan kepada para penjual agar tidak menaikkan harga secara berlebihan.

Namun, tegas ia, kegiatan pengecekan sempat terkendala akibat hujan deras yang mengguyur Kota Kupang pada pagi hari, namun proses monitoring tetap dilanjutkan dan hasil temuan di lapangan akan dilaporkan lebih lanjut.

Baca Artikel Asli