Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Oknum Aparat Diduga Terlibat Sindikat Narkoba Berskala Besar di Semarang, Berperan sebagai Kurir

Dwi Astarini - Rabu, 15 April 2026

MERAHPUTIH.COM - KASUS dugaan keterlibatan oknum aparat dalam kasus narkotika kembali terbongkar. Polda Metro Jaya mengungkap salah seorang pelaku yang ditangkap terkait dengan kasus penggerebekan pabrik narkoba jenis Zenith berskala besar di Kota Semarang, Jawa Tengah, ialah anggota polisi berinisial Bripka P.

"Iya inisial P (anggota polisi) untuk oknum polisi masih didalami keterlibatannya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan di Jakarta, Selasa (14/4).

Petugas menangkap Bripka P di sebuah kamar di Hotel Grand Asia, Jakarta Utara. Polisi menangkap Bripka P bersama seorang tersangka lain, Ngesti. Dari tangan keduanya, polisi menyita 120 ribu butir zenith.

Polisi kemudian mengembangkan kasus tersebut ke Jalan Kertanegara 3, Semarang Selatan, Jawa Tengah. Di lokasi itu, polisi menangkap satu tersangka bernama TT. Setelah menangkap tiga tersangka, polisi melanjutkan penggerebekan di sebuah bangunan di Desa Wonolopo, Mijen, Semarang, Jawa Tengah. Bangunan tersebut menjadi gudang produksi narkoba milik Bripka P.

Di lokasi tersebut, polisi menyita barang bukti berupa 10 tong carisoprodol seberat 250 kilogram, 32 karung hisel seberat 730 kilogram, 26 karung talek seberat 650 kilogram, 9 tong providen seberat 225 kilogram. Ada pula satu timbangan besar, satu timbangan kecil, dua mesin pres, satu mesin cetak pil, satu mesin mixer, satu kartu ATM, serta 186 ribu butir zenith atau carisoprodol. "Total keseluruhan prekursor yang kami sita mencapai 1.855 kilogram," kata Budi.

Baca juga:

Polda Metro Jaya Bongkar Peredaran 1.409 Vape Narkoba di Mal Basurs Cipinang, Jaktim

Budi belum membeberkan jabatan dan dari satuan mana diduga anggota yang terlibat peredaran barang haram itu. Namun, dari pendalaman, peran pelaku mengaku sebagai kurir di bawah kendali tersangka utama inisial D.

"Keterangan awal, P diduga bertugas sebagai kurir di bawah kendali tersangka utama berinisial D," ucapnya.

Kini penyidik masih melakukan serangkaian pengambangan untuk mengungkap jaringan lain. Tim juga masih memburu delapan pelaku lainnya.

"Masih ada delapan orang DPO yang masih diburu petugas," ucapnya.(knu)

Baca juga:

Jabodetabek ‘Dikepung’ Narkoba, Polisi Tangani 1.883 Kasus Pelakunya Sebagian Anak-Anak




Baca Artikel Asli