Merahputih.com - AC Milan tengah kebingungan dalam menetapkan nilai jual Rafael Leao. Kendati sang winger secara terbuka telah mengutarakan niatnya untuk angkat kaki dari San Siro, jumlah klub yang benar-benar menyodorkan penawaran resmi justru tergolong minim.
Spekulasi mengenai masa sang pemilik nomor punggung 10 itu sejatinya terus berembus kencang sejak wawancara kontroversialnya jelang Piala Dunia. Namun hingga saat ini, belum ada pergerakan konkret di meja negosiasi.
Baca juga:
Impian Bermain Premier League Meredup, Turki Jadi Opsi Realistis
Saat pertama kali mengekspresikan keinginannya untuk pindah, Leao menaruh harapan besar pada klub-klub Premier League.
Sayangnya, ketertarikan dari ranah Inggris sejauh ini sebatas pemantauan awal tanpa ada tindak lanjut serius.
Di tengah situasi tersebut, peta persaingan justru bergeser ke Liga Super Turki:
-
Galatasaray: Bekerja di balik layar untuk mendekati Leao dan menyelaraskan kesepakatan personal (personal terms).
-
Fenerbahce: Siap bersaing ketat demi mengamankan jasa penyerang asal Portugal tersebut.
Kedua raksasa Istanbul tersebut dikabarkan sanggup menyanggupi tuntutan gaji Leao di kisaran 10 juta euro atau Rp 208 Miliar per musim. Walau demikian, kekuatan anggaran transfer mereka jelas tak semewah klub-klub papan atas Inggris.
Realitas Angka: Potensi Pangkas Banderol
Kondisi pasar yang sepi peminat membuat manajemen Rossoneri harus mengelus dada. Pemilik klub, Gerry Cardinale, semula mematok angka 60 hingga 70 juta euro, yang kemudian dikoreksi menjadi batas minimal 50 juta euro.
Namun, fakta di lapangan memaksa AC Milan untuk realistis:
Laporan dari SempreMilan menyebutkan bahwa manajemen klub perlu segera duduk bersama guna merevisi ulang valuasi Leao.
Baca juga:
Brahim Diaz Berpeluang Balik ke AC Milan, Rossoneri Mulai Siapkan Pengganti Rafael Leao
Strateginya adalah menemukan titik temu yang masuk akal tanpa mengendurkan tekanan agar klub-klub Turki memberikan penawaran maksimal.
Situasi ini menempatkan AC Milan dalam posisi kurang menguntungkan. Selama negosiasi berjalan alot, tidak ada jaminan Fenerbahce maupun Galatasaray bakal terus bertahan di meja perundingan jika prosesnya berlarut-larut.

