Merahputih.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Senin (3/8) pagi berjalan dinamis. Sinyal dari pasar global serta kondisi ekonomi dalam negeri menjadi penentu arah IHSG awal pekan ini.
Langkah IHSG diawali dengan tren positif. Indeks melesat 36,49 poin (0,59%) ke posisi 6.272,62. Penguatan ini juga diikuti kelompok saham unggulan (Indeks LQ45) yang meroket 6,05 poin (0,97%) menuju level 627,29.
Baca juga:
IHSG Rebound Perkasa Ditengah Isu Suksesi Bank Indonesia, Emiten Unggulan LQ45 Ikut Terkerek Naik
Proyeksi Teknikal Level Kunci IHSG
Menurut Liza Camelia Suryanata, Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, posisi indeks saat ini berada di area krusial.
Selama IHSG mampu bertahan di atas rentang 6.200–6.180, peluang untuk melanjutkan reli menuju area resistance terdekat di 6.244 masih terbuka lebar.
Jika berhasil breakout, target penguatan berikutnya berada di kisaran 6.315 hingga 6.377. Sebaliknya, apabila merosot ke bawah 6.180, IHSG berisiko menguji area support di 6.186/6.177 sampai 6.135,
Ucap Liza.
Sentimen Global: Reli Saham AI vs Sinyal Hawkish The Fed
Di kancah internasional, ada dua isu utama yang menyita perhatian pelaku pasar:
-
Sentimen Positif Sektor Teknologi
Laporan keuangan Amazon yang melampaui ekspektasi berhasil memicu reli pada saham-saham berbasis Kecerdasan Buatan (AI) dan semikonduktor.
-
Sikap Tegas The Fed
Optimisme Wall Street tertahan oleh pandangan hawkish dari sejumlah pejabat The Fed. Bank sentral AS tersebut menegaskan pentingnya mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama demi menekan inflasi. Kondisi ini menepis harapan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat.
Eskalasi AS-China dan Kebijakan BoJ
Dinamika global makin memanas akibat memburuknya hubungan dagang Washington dan Beijing:
-
Sanksi Dagang Baru AS: Pemerintah AS memasukkan 43 perusahaan China ke dalam daftar larangan impor melalui Uyghur Forced Labor Prevention Act (UFLPA) atas dugaan kerja paksa di Xinjiang.
-
Respon Beijing: China mengecam keras kebijakan unilateral tersebut dan siap melancarkan aksi balasan untuk melindungi industri dalam negerinya.
-
Dampak Sektoral: Ketegangan ini berpotensi memicu ketidakpastian pada rantai pasok global, terutama di industri baterai kendaraan listrik (EV), logam, elektronik, hingga energi.
Sementara dari kawasan Asia, Bank of Japan (BoJ) memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di level 1,00%, sejalan dengan ekspektasi konsensus pasar.
Katalis Domestik: Penundaan Obligasi Danantara & Proyek PFII
Dari dalam negeri, perhatian investor tertuju pada dua isu strategis:
-
Danantara Tunda Penerbitan Obligasi Dolar AS
Rencana rilis surat utang tenor 20 dan 30 tahun resmi ditunda akibat kondisi pasar obligasi global yang kurang menguntungkan. Lonjakan yield US Treasury membuat investor menuntut imbal hasil tinggi di kisaran 6% (di atas target awal Danantara di batas bawah 6%).
Penundaan ini juga dipengaruhi oleh tekanan pada mata uang Rupiah, pelebaran defisit transaksi berjalan, serta sikap kehati-hatian investor terhadap rekam jejak Danantara.
-
Percepatan Pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII)
Pemerintah bersama DPR terus mengakselerasi pendirian PFII untuk menangkap peluang migrasi modal global di tengah ketidakpastian geopolitik.
PFII dirancang untuk menarik dana family office dunia yang nilainya ditaksir mencapai US$ 3,2 triliun melalui kepastian hukum, regulasi kompetitif, dan standar tata kelola internasional.
Rangkuman Pergerakan Bursa Global & Regional
1. Bursa Saham Amerika & Eropa Jumat Lalu
-
Wall Street: Menutup pekan dengan hijau. Indeks S&P 500 menguat 0,70% (7.489,72), Nasdaq Composite naik 0,60% (28.274,20), dan Dow Jones bertambah 0,53% (52.485,03).
-
Bursa Eropa: Mayoritas menguat. Euro Stoxx 50 (+0,21%), DAX Jerman (+0,07%), dan CAC 40 Prancis (+0,28%). Hanya FTSE 100 Inggris yang melemah 0,27%.
Baca juga:
IHSG Longsor Tertekan Konflik AS-Iran, Intip Sektor Saham Paling Merana dan Penguasa Top Gainers
2. Bursa Saham Asia Pagi Ini
Pasar saham Asia cenderung bergerak di zona merah:
-
Nikkei 225 (Jepang): -1,55% ke 63.365,00
-
Kospi (Korsel): -3,76% ke 6.347,54
-
Shanghai Composite (China): -0,66% ke 3.806,31
-
Hang Seng (Hong Kong): -0,18% ke 25.839,72
-
Straits Times (Singapura): -0,15% ke 5.619,86


