Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Nyaris 1.700 Kendaraan Disuruh Putar Balik Dalam Sehari

Angga Yudha Pratama - Sabtu, 25 April 2020

Merahputih.com - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah memutarbalikkan ribuan kendaraan angkutan penumpang, baik pribadi maupun umum, pada Jumat (24/4). Kebijakan ini dilakukan setelah larangan mudik diberlakukan.

"Pada Jumat 24 April, sejak pukul 00.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB, sebanyak 1.689 kendaraan diputarbalikkan di dua pos penyekatan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Jakarta, Sabtu (25/4).

Baca Juga

Polemik Pelarangan Mudik, Pengamat: yang Jadi Bos Menteri Luhut Atau Jokowi

Yusri menjelaskan, data penindakan terkait larangan mudik tersebut diperoleh dari dua pos penyekatan yang berada di Bitung arah Merak dan Cikarang Barat arah Cikampek.

Jumlah kendaraan yang diputarbalikkan di Pos Pengamanan Bitung 375 unit kendaraan pribadi dan 306 unit kendaraan angkutan umum.

Pos Pengamanan Cikarang Barat mencatat telah memutarbalikkan 706 unit kendaraan pribadi dan 302 unit kendaraan angkutan umum.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo Yogo (kiri) dan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus dalam konferensi pers rencana tindak lanjut pelarangan mudik di Mako Polda Metro Jaya, Rabu (22/4/2020). ANTARA/Polda Metro Jaya
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo Yogo (kiri) dan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus dalam konferensi pers rencana tindak lanjut pelarangan mudik di Mako Polda Metro Jaya, Rabu (22/4/2020). ANTARA/Polda Metro Jaya

Polda Metro Jaya secara resmi memulai Operasi Ketupat Jaya 2020 pada Jumat (24/4), pukul 00.00 WIB.

Fokus operasi tersebut menyekat akses keluar dan masuk Jabodetabek untuk menindaklanjuti kebijakan larangan mudik yang diumumkan Presiden Joko Widodo.

Jokowi menyampaikan hal tersebut dalam rapat terbatas dengan tema, Lanjutan Pembahasan Antisipasi Mudik melalui video konferensi bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan para menteri Kabinet Indonesia Maju.

Baca Juga

Larangan Mudik Bakal Sia-Sia Jika Tanpa Sanksi Tegas

Keputusan itu diambil, berdasarkan kajian Kementerian Perhubungan. "Saya ingin langsung saja, dari hasil kajian-kajian yang ada di lapangan pendalaman di lapangan, dari hasil survei Kementerian Perhubungan disampaikan yang tidak mudik 68 persen yang tetap bersikeras mudik 24 persen, yang sudah mudik tujuh persen, artinya masih ada angka sangat besar 24 persen lagi," ujar Jokowi.

Presiden pun mengaku tidak ingin mengambil risiko COVID-19 lebih luas selama musim mudik. (Knu)

Baca Artikel Asli