MERAHPUTIH.COM - TNI menyeru kepada publik agar tak terprovokasi di tengah maraknya narasi yang menyudutkan mereka dalam proses pengusutan kasus korupsi. Berbagai disinformasi di media sosial sering kali bermunculan untuk memicu kegaduhan, merusak citra institusi, hingga memecah belah sinergitas antara TNI dan elemen negara yang lainnya.
Unggahan video yang sedang viral di media sosial yang menyebutkan puluhan prajurit TNI mendatangi markas Polda Metro Jaya, Kamis (9/7) dini hari dengan narasi 'penyerbuan' telah memicu kegaduhan di Masyarakat dan menyesatkan.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen Muhammad Nas meminta semua pihak untuk berhati-hati dalam menyerap informasi dan tidak mudah terpancing.
“Waspadai narasi-narasi provokatif,” kata kepada wartawan di Jakarta dikutip Jumat (10/7).
Baca juga:
TNI Bantah Datangi Polda Metro Jaya, Tegaskan Patuh pada Proses Hukum
Nas juga menegaskan pengamanan di rumah kediaman Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Febri Adriansyah tidak terkait dengan isu yang tengah berkembang mengenai penggeledahan di rumah tersebut. Nas mengatakan pengamanan tersebut merupakan permintaan institusi Kejaksaan sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2025.
Terkait dengan hal itu, Nas menjelaskan pengamanan tersebut merupakan prosedur resmi dari negara, bukan merupakan bentuk intervensi hukum atau pengerahan pasukan secara ilegal. Pengamanan terhadap kediaman jaksa dilakukan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
”Terkait dengan pengamanan TNI terhadap jaksa, dilakukan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku sebagaimana Perpres Nomor 66 Tahun 2025 yang berkaitan dengan perlindungan kepada jaksa dalam melaksanakan tugasnya,” ungkapnya.(knu)
Baca juga:
TNI Tepis Rumor, Sebut Penjagaan Rumah JAM-Pidsus Permintaan Kejaksaan Agung

