MERAHPUTIH.COM - DALAM balutan jaket hijau-hitam sebagai atribut driver ojek online (ojol), Nurhayati bergabung dengan ribuan rekan sejawatnya. Kamis (29/8) siang, Nurhayati tak menerima order. Ia menunjukkan solidaritas dalam aksi demo driver ojol yang digelar di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat.
Sama sepertinya halnya rekan driver ojol lainnya, Nurhayati mengaku menjadi korban ketidakadilan selama menjadi mitra aplikasi. Salah satunya yang menjadi keresahan Nurhayati ialah adanya kebijakan suspend atau penonaktifan akun driver ojol.
"Terkadang penonaktifan dilakukan bukan atas sepenuhnya kesalahan driver," sesalnya. Ia mencontohkan ketika ada permintaan mengantar barang seberat 50 kilogram yang sulit diangkut dengan motor.
Demi keselamatannya, Nurhayati harus membatalkan pengiriman itu. Selain berat, ia juga kerap dilarang masuk ke pusat perbelanjaan. "Bawanya berat pasti. Tapi kalau kami cancel, malah driver yang kena suspend," kata Nurhayati di Patung Kuda, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (29/8).
Baca juga:
Hal lain yang bisa menerbitkan suspend, kata Nurhayati, ialah apabila driver tidak menggunakan atribut. “Persoalan atribut ini juga sering dilaporkan penumpang. Kalau enggak pakai atribut, driver kena suspend. Kadang pelanggan juga bilang driver enggak pakai atribut lengkap. Langsung kena kami," jelas Nurhayati.
Padahal, ada keadaan tertentu yang membuat mereka harus melepas atribut. Seperti contoh, ketika masuk mal. Selain itu, pembayaran atribut juga menurutnya cukup membebani.
Akibat terkena suspend, driver terkait tak lagi bisa menggunakan aplikasi. Saat akun seorang driver kena suspend, ia sudah tidak dapat lagi menggunakan akun tersebut. “Jadi kami sudah dianggap tidak lagi menjadi bagian dari aplikasi,” ungkapnya.
Tak hanya soal penonaktifan, banyak keluhan lainnya yang juga disuarakan para mitra driver ojol ini. Pertama menyangkut double order, kedua ongkos tak sesuai dengan jarak, dan yang ketiga terkait dengan masalah atribut.
Sebanyak seribu pengemudi ojek online menggelar aksi unjuk rasa pada Kamis (29/8) siang. Peserta aksi yang berasal dari komunitas ojek online (ojol) dan kurir se-Jabodetabek itu memulai aksi dari Patung Kuda, Gambir, menuju kantor Gojek di sekitar wilayah Petojo, Jakarta Pusat, dan kantor Grab di sekitar Cilandak, Jakarta Selatan.(knu)
Baca juga: