Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Minyakita Bau Solar Juga Ditemukan di Karanganyar, Goreng Singkong Rasanya Pahit

Dwi Astarini - Jumat, 26 Juni 2026

MERAHPUTIH.COM - MINYAKITA berbau solar ternyata juga ditemukan Karanganyar. Warga sempat yang menggunakan minyak tersebut menggoreng singkong mengaku rasanya pahit.

Seorang warga Karanganyar Suminem, 68, mengaku terpaksa membuang minyak goreng bantuan tersebut setelah digunakan menggoreng singkong dan dimakan rasanya pahit. Minyakita tersebut didapat dari program bantuan pangan 2026 yang disalurkan di Kantor Kelurahan Tegalgede pada Rabu (17/6).

“Minyakita itu baru saya pakai pada Rabu. Minyak goreng yang diterima berwarna pekat bau mirip solar, berbeda dengan bantuan minyak goreng yang pernah diterima sebelumnya,” kata Suminem, Kamis (25/6).

Dia mengatakan Minyakita tersebut dikembalikan ke kantor kelurahan setempat melalui RT.

Lurah Tegalgede, Bowo Budi Setyo, membenarkan adanya temuan tersebut. Data masuk kelurahan ada sekitar 850 penerima bantuan pangan tersebut. Selain minyak 4 liter ada juga bantuan beras 20 kg. Menurutnya, bantuan beras tidak ada permasalahan.

“Hal yang dikeluhkan warga bantuan minyak gorengnya (bau solar). Kalau beras bagus tidak masalah,” kata Bowo.

Baca juga:

Warga Klaten Keluhkan Bantuan Minyakita Bau Solar



Atas dasar temuan tersebut, kata dia, pihaknya memerintahkan supaya minyak goreng itu ditarik kembali dan disimpan di kantor kelurahan. “Kami tarik semua dan berkoordinasi dengan pihak penyalur dan rencana akan diganti dengan minyak goreng yang baru,” kata dia.

Direktur PT Kusuma Mukti Remaja (KMR), produsen Minyakita di Karanganyar, Joko Mukti Wijaya, memastikan Minyakita sudah ditarik dan diganti dengan produk yang baru. "Kami langsung bergerak begitu mendapat laporan dari warga. Minyakita sudah ditarik dan diganti dengan produk yang baru,” ujar Joko.

Dia mengatakan pengecekan serta penanganan bersama Bulog, pemerintah daerah, dinas terkait, aparat, hingga pemerintah desa.

Perusahaan juga siap menanggung layanan kesehatan bagi warga yang mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan yang diolah menggunakan minyak yang diduga bermasalah tersebut.

“Kami tidak ingin mengambil risiko dan menarik semua Minyakita tersebut. Perusahaan akan menanggung layanan medis atas keluhan kesehatan masyarakat tersebut,” tegasnya.

Pemimpin Cabang Bulog Surakarta Nanang Harianto mengungkapkan pihaknya telah meminta PT KMR untuk menarik dan mengganti minyak goreng (Minyakita) tersebut dari pihak desa ataupun dinas terkait.

“Untuk wilayah Karanganyar, minyak goreng Minyakita telah dilakukan penggantian oleh PT KMR,” pungkasnya.(Ismail/Jawa Tengah)

Baca juga:

Kemendag Sidak, Harga Jual Minyakita di Pasar Palmerah Mendadak Normal





Baca Artikel Asli