Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Menimbang Mahfud MD dan Sri Mulyani Jadi Cawapres Jokowi, Siapa yang Pantas?

Eddy Flo - Sabtu, 14 Juli 2018

MerahPutih.Com - Bursa calon wakil presiden pendamping Joko Widodo kian ramai. Tak hanya berasal dari partai politik, sejumlah nama dari kalangan profesional pun ikut muncul. Dua nama yang santer disebut adalah Mahfud MD serta Sri Mulyani.

Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio mengatakan, elektabilitas Jokowi saat ini masih belum aman. Hal itu merujuk pada hasil sejumlah lembaga survei yang menempatkan elektabilitas Jokowi di bawah 50 persen.

Menurut dia, agak riskan jika Jokowi menggandeng cawapres dari non parpol yang tidak memiliki basis massa. Pasalnya, tidak akan mampu mengkatrol elektabilitas mantan Gubernur DKI Jakarta itu yang masih stabil di kisaran 48 persen.

"Elektabilitas Pak Jokowi kan belum 50 persen plus 1. Jadi kalau kemudian menggandeng tokoh non parpol yang tidak memiliki massa riil tidak akan menambah elektabilitas apa-apa," kata Hendri kepada merahputih.com, Jumat (13/7).

Sri Mulyani masuk dalam busra cawapres Jokowi
CEO Freeport-McMoran Copper & Gold Inc Richard Adkerson (kiri) bersama Menteri ESDM dan Menkeu di Kementerian ESDM, Jakarta.(ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Hendri mengakui mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) dan Menteri Keuangan itu memiliki integritas yang baik. Namun, kata dia, mereka tidak memiliki basis massa sehingga tidak akan berpengaruh positif terhadap elektabilitas Jokowi.

"Mungkin banyak yang suka terhadap Sri Muyani atau mungkin banyak yang suka terhadap Mahfud MD tapi mereka berdua tidak pernah punya massa riil," ujar Hendri Satrio.

Lebih lanjut Hendri menilai, hanya dua orang yang bisa memutuskan siapa yang akan menjadi cawapres Jokowi. Pertama mantan Wali Kota Solo itu sendiri serta Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

"Saya menilai dua nama (Mahfud dan Sri Mulyani) itu tidak terlalu dekat dengan Ibu Mega, kecuali Mahfud yang memang pernah bekerja sama dan masih bekerja sama di BPIP. Jadi pertimbangan-pertimbangannya akan banyak sekali," pungkas Hendri.

Peneliti SMRC Djayadi Hanan
CEO Riset SMRC Djayadi Hanan saat memaparkan hasil survei "Calon Wakil Presiden: Penilaian Elite, Opinion Leader dan Massa Pemilih Nasional" di Kantornya, Jakarta Pusat Foto: MP/Fadhli

Sebelumnya, Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis survei nama-nama yang dijagokan untuk menjadi calon wakil presiden 2019, di antaranya mantan Mahfud MD dan Sri Mulyani.

Dalam survei itu, para elite politik, pencipta opini dan warga dimintai persepsi mengenai sejumlah nama yang berkaitan dengan kualitas personal berbagai tokoh.

CEO Riset SMRC Djayadi Hanan mengungkapkan, Mahfud MD dan Sri Mulyani konsisten masuk dalam lima besar dari penilaian tiga strata masyarakat tersebut.

Survei itu menyatakan keduanya memiliki integritas, kapabilitas, empati, aksepibilitas, dan kontinuitas berdasarkan persepsi dari elite politik dan tokoh. Sedangkan masyarakat, menilainya dari aspek kesukaan.(Pon)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Akui Elektabilitas Jokowi Ungguli Prabowo, PKS: 2019 Ganti Presiden Jalan Terus

Baca Artikel Asli