Mengatasi Krisis Identitas, Eksplorasi Lebih Jauh

Senin, 15 Maret 2021 - P Suryo R

PROSES transisi yang dialami seseorang dari remaja menuju dewasa memang penuh lika liku. Ibaratnya kamu seperti sedang menaiki kapal yang belum tahu akan berlabuh di mana. Biasanya tahap transisi ini akan menimbulkan masalah emosional yang bisa memicu pertengkaran dengan banyak orang termasuk orangtua.

Melansir dari wikihow.com, meskipun masih dianggap tabu bagi sebagian orang, krisis identitas merupakan hal yang wajar terjadi. Bahkan hampir semua orang pernah mengalaminya meskipun tidak terlihat oleh orang-orang di sekitarnya. Setiap orang pasti pernah bertanya-tanya dengan dirinya sendiri mengenai cita-cita dan passion dalam hidupnya.

Baca Juga:

Zodiak ini Hanya Mengenal Kenyamanan dalam Hidupnya

Eksplorasi identitas diri perlu dilakukan dengan bimbingan orangtua agar anak tidak salah mengambil keputusan. Bagaimana cara yang tepat untuk mengatasinya?


1. Konsultasi

krisis
Curahkan isi hati kepada orang terdekat. (Foto: Pixabay/StockSnap)

Sebelum mencari bantuan profesional, coba lah untuk mendekatkan diri kepada orangtua. Mereka yang melahirkan dan merawatmu sejak kecil pastinya lebih mengetahui bagaimana karaktermu dari luar dan dalam. Apalagi jam terbang yang dimiliki orangtua jauh lebih tinggi. Tentunya mereka sudah cukup banyak menelan asam dan garam kehidupan. Konsultasikan kepada orangtua mengenai minat dan karier yang kamu incar agar tidak salah pilih.

2. Keluar zona nyaman

krisis
Mencari banyak pengalaman baru. (Foto: Pixabay/Pexels)

Krisis identitas biasanya terjadi karena kurangnya pengalaman hidup. Kamu mungkin terlalu takut keluar dari zona nyaman untuk mencoba hal baru karena takut mengalami kegagalan. Alhasil kamu pun terjebak pada rutinitas yang sama. Jangan takut untuk gagal karena melalui kegagalan, kamu akan mengetahui apa sebenarnya passion di dalam hidupmu,

Baca Juga:

Mengenal Gaya Hidup Frugal dan Cara Menerapkannya

3. Kebiasaan buruk

krisis
Meninggalkan kebiasaan buruk di masa lalu. (Foto: Pixabay/Ramdlon)

Salah satu hal yang bisa menyebabkan krisis identitas adalah terjebak pada kebiasaan buruk. Melihat teman-teman yang rajin dan kariernya meningkat pesat, kamu malah merasa menjadi orang paling tidak berguna. Membuang kebiasaan lama memang sulit. Tapi kamu perlu melawan ego demi masa depan yang cerah.

4. Tujuan

krisis
Mulai mencari tujuan hidup. (Foto: Pixabay/Pexels)

Tanpa tujuan hidup yang jelas, seseorang akan mengalami krisis identitas sepanjang hidupnya. Setiap orang tentunya memiliki tujuan hidup yang berbeda. Ada yang ingin berkeluarga, ada juga yang ingin terus berkarier hingga menduduki jabatan tertinggi. Untuk mencapai itu semua, ada berbagai tahap yang harus dilalui terlebih dahulu. Dengan fokus terhadap tujuan, kamu akan terhindar dari krisis identitas. (mar)

Baca Juga:

Masih Jomlo? Berbahagialah! Ini Alasan Perempuan Jomlo Lebih Bahagia

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan