Mengatasi Krisis Identitas, Eksplorasi Lebih Jauh

P Suryo RP Suryo R - Senin, 15 Maret 2021
Mengatasi Krisis Identitas, Eksplorasi Lebih Jauh

Setiap orang pernah mengalami krisis identitas.(Foto: Pixabay/Tumisu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PROSES transisi yang dialami seseorang dari remaja menuju dewasa memang penuh lika liku. Ibaratnya kamu seperti sedang menaiki kapal yang belum tahu akan berlabuh di mana. Biasanya tahap transisi ini akan menimbulkan masalah emosional yang bisa memicu pertengkaran dengan banyak orang termasuk orangtua.

Melansir dari wikihow.com, meskipun masih dianggap tabu bagi sebagian orang, krisis identitas merupakan hal yang wajar terjadi. Bahkan hampir semua orang pernah mengalaminya meskipun tidak terlihat oleh orang-orang di sekitarnya. Setiap orang pasti pernah bertanya-tanya dengan dirinya sendiri mengenai cita-cita dan passion dalam hidupnya.

Baca Juga:

Zodiak ini Hanya Mengenal Kenyamanan dalam Hidupnya

Eksplorasi identitas diri perlu dilakukan dengan bimbingan orangtua agar anak tidak salah mengambil keputusan. Bagaimana cara yang tepat untuk mengatasinya?


1. Konsultasi

krisis
Curahkan isi hati kepada orang terdekat. (Foto: Pixabay/StockSnap)

Sebelum mencari bantuan profesional, coba lah untuk mendekatkan diri kepada orangtua. Mereka yang melahirkan dan merawatmu sejak kecil pastinya lebih mengetahui bagaimana karaktermu dari luar dan dalam. Apalagi jam terbang yang dimiliki orangtua jauh lebih tinggi. Tentunya mereka sudah cukup banyak menelan asam dan garam kehidupan. Konsultasikan kepada orangtua mengenai minat dan karier yang kamu incar agar tidak salah pilih.

2. Keluar zona nyaman

krisis
Mencari banyak pengalaman baru. (Foto: Pixabay/Pexels)

Krisis identitas biasanya terjadi karena kurangnya pengalaman hidup. Kamu mungkin terlalu takut keluar dari zona nyaman untuk mencoba hal baru karena takut mengalami kegagalan. Alhasil kamu pun terjebak pada rutinitas yang sama. Jangan takut untuk gagal karena melalui kegagalan, kamu akan mengetahui apa sebenarnya passion di dalam hidupmu,

Baca Juga:

Mengenal Gaya Hidup Frugal dan Cara Menerapkannya

3. Kebiasaan buruk

krisis
Meninggalkan kebiasaan buruk di masa lalu. (Foto: Pixabay/Ramdlon)

Salah satu hal yang bisa menyebabkan krisis identitas adalah terjebak pada kebiasaan buruk. Melihat teman-teman yang rajin dan kariernya meningkat pesat, kamu malah merasa menjadi orang paling tidak berguna. Membuang kebiasaan lama memang sulit. Tapi kamu perlu melawan ego demi masa depan yang cerah.

4. Tujuan

krisis
Mulai mencari tujuan hidup. (Foto: Pixabay/Pexels)

Tanpa tujuan hidup yang jelas, seseorang akan mengalami krisis identitas sepanjang hidupnya. Setiap orang tentunya memiliki tujuan hidup yang berbeda. Ada yang ingin berkeluarga, ada juga yang ingin terus berkarier hingga menduduki jabatan tertinggi. Untuk mencapai itu semua, ada berbagai tahap yang harus dilalui terlebih dahulu. Dengan fokus terhadap tujuan, kamu akan terhindar dari krisis identitas. (mar)

Baca Juga:

Masih Jomlo? Berbahagialah! Ini Alasan Perempuan Jomlo Lebih Bahagia

#Kesehatan #Kesehatan Mental
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Maria Theresia

Your limitation -- it's only your imagination.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
ShowBiz
Britney Spears Kenang 15 Tahun Bekerja Tanpa Henti, Ungkap Kepahitan soal Kebebasan Pribadi
Britney Spears mengenang 15 tahun bekerja tanpa henti, masa konservatori, dan keinginannya menjalani hidup dengan lebih bebas.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Oktober 2026
Britney Spears Kenang 15 Tahun Bekerja Tanpa Henti, Ungkap Kepahitan soal Kebebasan Pribadi
Lifestyle
Anak Sering Main Roblox? Begini Cara Cegah Kecanduan dan Jaga Kewarasan Mentalnya
Khawatir anak kecanduan atau kena cyberbullying? Simak panduan lengkap dan fitur pengawasan orang tua dari Roblox untuk menjaga kesehatan mental anak saat main gim online.
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 10 Oktober 2026
Anak Sering Main Roblox? Begini Cara Cegah Kecanduan dan Jaga Kewarasan Mentalnya
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan