Megawati Dilapor ke Polda, Kader PDIP Diminta Tenang

Kamis, 09 November 2017 - Noer Ardiansjah

MerahPutih.com - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dilaporkan oleh puluhan kiai dari Madura ke Polda Jawa Timur, Rabu (8/11) atas tuduhan perbuatan yang menyatakan permusuhan atau kebencian atau penghinaan terhadap golongan tertentu pada pidato HUT PDI Perjuangan tgl 10 Januari 2017 lalu.

Wasekjen PDIP Ahmad Basarah angkat bicara menyikapi hal tersebut. Menurut dia, pelaporan itu suatu tindakan hukum yang patut dicurigai sebagai upaya untuk memulai mengobarkan isu SARA dalam Pilkada Jawa Timur 2018 mendatang.

"Mengapa demikian, peristiwa pidato Ketua Umum PDI Perjuangan pada HUT PDIP ke 44 telah terjadi 11 bulan lalu, tepatnya tgl 10 Januari 2017, tetapi mengapa baru dilaporkan tgl 8 November 2017 ketika tahapan pilkada Jatim baru dimulai digelar," ujarnya dalam siaran pers yang diterima MerahPutih.com, Rabu (8/11) malam.

Karena itu, Basarah mengimbau kepada segenap kader-kader PDIP se Jawa Timur dan seluruh Tim Pendukung Saifulloh Yusuf dan Abdullah Azwar Anas sebagai Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur untuk tetap tenang.

"Agar tidak terpancing dengan propaganda dan provokasi yang dilakukan oleh berbagai pihak untuk menciptakan instabilitas sosial dan politik di Jawa Timur dg mengobar-ngobarkan isu SARA," tandasnya.

Basarah menambahkan, bahwa pihaknya memahami dalam sistem negara hukum Indonesia, setiap warga negara dapat melaporkan siapapun ke pihak Kepolisian. Namun, jelas dia, tidak semua laporan polisi itu wajib untuk ditindaklanjuti Polri ke tingkat penyelidikan atau penyidikan apabila tidak memenuhi unsur-unsur pidananya.

"Apalagi jika laporan polisi tersebut didasari motif menimbulkan masalah SARA yang dapat menciptakan konflik sosial di tengah-tengah masyarakat," tegasnya.

PDIP, sambung Basarah, mempercayai Polda Jawa Timur akan berhati-hati dan sigap menangani kasus ini sehingga tidak berkembang menjadi masalah sosial yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat di Jawa Timur.

"Mari sama-sama kita cipatakan Pilkada Jatim yang aman, tertib dan damai dengan tetap menjaga persaudaraan kebangsaan kita bersama," pungkas Ketua Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia ini. (Pon)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan