Merahputih.com - Jose Mourinho kembali muncul sebagai nakhoda baru Real Madrid untuk memulihkan kejayaan Los Blancos.
Mantan bintang sayap El Real, Gareth Bale, ikut menyoroti penunjukan krusial ini dengan membandingkan pendekatan psikologis dari Carlo Ancelotti.
Baca juga:
Jose Mourinho Mulai Bersih-bersih Skuad Real Madrid, Tiga Pemain Ini Siap-Siap Didepak dari Bernabeu
Pria Wales tersebut meyakini manajemen ego menjadi kunci utama pembenahan klub daripada sekadar urusan taktik di atas lapangan hijau.
Pengalaman sembilan tahun di ibu kota Spanyol serta semusim di bawah arahan pria Portugal menjadi dasar analisis mendalam mantan kapten Tottenham Hotspur ini.
Dengan memiliki pelatih kepala berpengalaman seperti Carlo Ancelotti, Jose diharapkan dapat menenangkan tim dan membawa mereka semua ke jalur yang sama,
ujar Gaerth Bale sebagaimana dinukil The Athletic.
Warisan Musim Kelam Skuad Los Blancos
Kepindahan resmi pria berusia 63 tahun tersebut ke Madrid awal bulan ini menandai periode kedua masa jabatannya setelah hengkang 13 tahun silam.
Manajemen menyodorkan kontrak berdurasi tiga tahun demi membalikkan keadaan tim pasca-kegagalan total pada berbagai kompetisi domestik maupun Eropa.
Berikut data lengkap rentetan masalah serta kegagalan performa Real Madrid sepanjang musim 2025-2026:
-
Perselisihan Internal Pemain: Gelandang Federico Valverde terlibat perselisihan fisik dengan Aurelien Tchouameni usai sesi latihan tim.
-
Konflik Megabintang: Penyerang Kylian Mbappe berselisih hebat dengan pelatih Alvaro Arbeloa akibat tidak terima mendapat label penyerang pilihan keempat.
-
Kegagalan La Liga: Kehilangan gelar juara kompetisi domestik setelah kalah bersaing dari rival abadi, Barcelona.
-
Kegagalan Eropa: Langkah tim terhenti lebih awal setelah tersingkir pada babak perempat final Liga Champions.
-
Tragedi Copa del Rey: Menelan memalukan dari klub divisi dua, Albacete, pada babak 16 besar.
Seni Mengelola Ego ala Carlo Ancelotti
Bale menekankan pentingnya meniru formula sukses Carlo Ancelotti dalam meredam ketegangan ruang ganti yang dihuni para pemain bintang.

Menurut mantan pemain bernomor punggung 11 tersebut, kemampuan menciptakan hubungan personal secara emosional merupakan keahlian utama pelatih asal Italia tersebut.
Baca juga:
Real Madrid Tiba-Tiba Mundur dari Perburuan Mateus Fernandes, Kena Mental?
Ancelotti terbukti lihai menjaga motivasi para pemain pelapis agar tetap setia serta fokus mendukung visi besar kelompok. Tantangan serupa kini berada di pundak mantan arsitek Chelsea tersebut demi mengembalikan stabilitas tim.
“Di klub besar seperti Madrid, Anda sebenarnya tidak perlu melatih. Anda perlu mengelola ego. Itulah mengapa dia sangat sukses di klub-klub besar,” tutur Bale menutup pandangan mengenai tantangan besar manajer baru Real Madrid tersebut.