Merahputih.com - Bernardo Silva resmi merampungkan sesi latihan perdananya sebagai penggawa Real Madrid di pusat latihan Valdebebas.
Gelandang serbabisa berusia 31 tahun ini mendarat di Santiago Bernabeu secara gratis setelah masa baktinya di Manchester City berakhir. Langkah ini tak lepas dari dorongan kuat pelatih anyar Madrid, Jose Mourinho, yang menjadikan Silva sebagai target utamanya.
Baca juga:
Gebrakan Terbaru Mourinho di Madrid, Rekrut Eks Kapten City Bernardo Silva Gratis
Usai melahap porsi latihan pertama, pilar timnas Portugal tersebut membagikan kesannya kepada media internal klub mengenai awal petualangannya bersama Real Madrid.
Mimpi Jadi Nyata di Santiago Bernabeu
Bagi Bernardo Silva, kesempatan mengenakan seragam Real Madrid adalah pencapaian istimewa dalam karier profesionalnya. Menurutnya, nama besar Madrid tak perlu dijelaskan panjang lebar.
Perasaan ini sungguh luar biasa, saya sangat bahagia bisa berada di sini. Sejarah klub ini sudah bicara dengan sendirinya, jadi tak perlu banyak teori lagi. Madrid adalah tim yang cuma tahu satu hal: menang, menang, dan menang. Saya hadir sebagai bagian dari tim untuk menjaga tradisi juara tersebut,
ujar Silva dikutip dari laman resmi klub.
Menu Latihan Keras Mourinho & Rasa Kerasan di Valdebebas

Menjalani sesi latihan perdana di bawah komando Mourinho ternyata cukup menguras fisik. Silva bahkan menyertakan sedikit gurauan terkait kerasnya porsi latihan pra-musim tersebut.
-
Fisik Terasah: "Jujur, saya lelah. Latihan pertamanya sangat berat, tapi saya senang bisa bertemu dengan rekan-rekan baru," akunya.
-
Proses Adaptasi Cepat: "Beberapa dari mereka sudah sering saya hadapi sebagai musuh di lapangan. Sekarang rasanya menyenangkan bisa berada di kubu yang sama. Atmosfernya sangat intens dan saya sudah merasa seperti di rumah sendiri."
Silva juga membeberkan antusiasmenya akhirnya bisa bekerja sama dengan Jose Mourinho, sosok juru taktik yang sangat dihormati di tanah kelahirannya, Portugal.
Kami sering bertarung di lapangan sebagai lawan, tapi sekarang kami berjuang bersama. Beliau adalah pelatih yang mengangkat derajat sepak bola Portugal di panggung dunia. Sejak kecil saya selalu menonton tim-tim asuhannya, dan kini saya berkesempatan belajar langsung darinya,
kata Bernardo.
Kartu AS Taktis Mourinho: Siap Main di Posisi Manapun
Di mata Mourinho dan staf pelatih, Bernardo Silva dipandang sebagai pemain yang fleksibel secara taktik (tactical wild card). Menanggapi hal tersebut, eks kapten Manchester City ini menegaskan prioritas utamanya adalah kebutuhan kolektif tim.
-
Kerja Keras & Atmosfer Positif: Bekerja maksimal setiap hari untuk mendongkrak performa rekan setim.
-
Fleksibilitas Peran: Siap ditempatkan di sektor manapun sesuai kebutuhan taktik pertandingan.
Sering bertanding melawan Real Madrid di kompetisi Eropa membuat Bernardo tahu betul magis dan atmosfer megah Santiago Bernabeu. Ketika penawaran resmi dari manajemen Madrid tiba, ia tak membuang waktu.
Saat Real Madrid memanggil, sangat mustahil untuk menolak. Saya tidak berpikir dua kali,
tegasnya. "Bisa lebih dekat dengan keluarga dan Portugal, serta hidup di lingkungan budaya yang mirip juga sangat membantu. Namun yang paling utama, bermain untuk klub terbesar dalam sejarah sepak bola adalah sebuah hak istimewa."
Baca juga:
Kejutan Bursa Transfer! Bernardo Silva Dikabarkan Merapat ke Real Madrid
Mengagumi Zidane, Rui Costa, hingga Modric
Saat ditanya mengenai idola yang menginspirasi gaya bermainnya sejak kecil, Silva menyebutkan tiga nama besar yaitu Zinedine Zidane, Rui Costa, dan Luka Modric.
-
Zinedine Zidane: "Salah satu dari lima pemain terbaik sepanjang sejarah. Gaya bermainnya di posisi yang mirip dengan saya, terutama cara dia mengontrol bola, selalu membuat saya terpukau saat masih kecil."
-
Rui Costa: "Pahlawan bagi saya karena legasinya di Benfica dan timnas Portugal."
-
Luka Modric: "Inspirasi nyata, bukan cuma karena kehebatannya di lapangan tapi juga karakternya di luar lapangan. Saya sangat mengaguminya."

