Merahputih.com - Kabar mengejutkan datang dari kekayaan Roberto Carlos yang dilaporkan ludes hingga 99 persen akibat ditipu oleh pihak agen dan terjerat pusaran masalah keluarga.
Legenda Real Madrid bangkrut dan harus merelakan nyaris seluruh hartanya yang ditaksir mencapai lebih dari 183 juta dolar AS. Tragedi finansial ini dibongkar langsung oleh sang legenda timnas Brasil tersebut, sekaligus menjadi peringatan keras bagi para atlet muda agar lebih melek finansial.
Baca juga:
Julian Ward Kembali Urus Transfer Liverpool, Siap Bajak Aurelien Tchouameni dari Real Madrid?
Publik pecinta bola jelas dibikin syok mendengar kabar Roberto Carlos kehilangan harta hasil keringatnya selama 24 tahun merumput di lapangan hijau.
Saat menjadi pembicara di ajang Football Summit di Portugal, bek kiri ikonis berusia 53 tahun ini buka-bukaan soal insiden pahit yang menguras pundi-pundinya.
Ia secara terang-terangan menyebut kombinasi maut antara agen sepak bola bermasalah dan konflik keluarga internal sebagai biang kerok hancurnya harta Roberto Carlos hingga nyaris tak bersisa.
Saya berurusan dengan orang-orang yang bikin saya jatuh miskin hingga tak punya uang sepeser pun. Gara-gara masalah agen dan keluarga, saya kehilangan 99 persen dari semua yang saya kumpulkan selama main di sepak bola,
ungkap Carlos.
Kronologi Hilangnya Ratusan Miliar dalam Semalam

Meski tidak menyebutkan secara gamblang siapa nama agen yang bermain kotor atau ke mana aliran dananya pergi, Carlos menceritakan betapa cepatnya kiamat finansial itu terjadi.
Ia menggambarkan momen di mana ia baru sadar seluruh jerih payahnya hilang hanya dalam hitungan jam.
"Ada masalah keluarga yang sangat serius. Hari Kamis saya tidur jam 12 malam, dan pas hari Jumat, tiba-tiba saya nerima setumpuk dokumen yang nggak saya ngerti sama sekali. Di titik itulah saya sadar saya udah kehilangan seluruh sejarah hidup saya," jelas dia.
Pesan Penting untuk Bintang Muda Sepak Bola
Nasi sudah menjadi bubur, namun eks penggawa timnas Brasil ini tak mau pemain lain jatuh ke lubang yang sama.
Ia menggunakan panggung tersebut untuk mewanti-wanti para pesepak bola muda agar lebih pintar mengelola uang dan merencanakan masa depan sejak dini.
"Saya udah bikin kesalahan, makanya saya minta para pemain muda jangan ngelakuin hal yang sama. Saya selalu mikirin rencana masa depan setelah pensiun. Ini soal ngebangun reputasi sebagai pemain dan manfaatin citra diri. Pas saya mutusin gantung sepatu, saya udah pegang lisensi direktur olahraga dan kerja sama dengan banyak brand," jelas dia.
Prestasi Mentereng yang Tak Bisa Dirampas
Meski uangnya ludes, sejarah mencatat Roberto Carlos sebagai salah satu fullback paling sukses dan mematikan di generasinya.
Baca juga:
Uang mungkin hilang, tapi deretan trofi bergengsi seperti Piala Dunia 2002 bersama Brasil, tiga trofi Liga Champions, dan empat gelar La Liga bareng Real Madrid akan selalu melekat pada namanya.
Kini, setelah pensiun di era 2010-an, Carlos tetap sibuk membangun karir di luar lapangan. Ia aktif bekerja sama dengan berbagai brand media terkemuka dan memegang peran penting sebagai brand ambassador untuk klub yang membesarkan namanya, Real Madrid.