MerahPutih.com - Pemerintah saat ini tengah menyusun rencana efisiensi anggaran sejumlah kementerian/lembaga (K/L) sebagai salah satu upaya menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 tetap di bawah 3 persen.
Salah satu program adalah melakukan efisiensi energi, penerapan kerja fleksibel bagi ASN, menghemat perjalanan dinas, dan rencana memotong gaji pegawai.
Namun, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan kebijakan efisiensi anggaran tidak akan mengurangi program-program unggulan yang berdampak langsung bagi masyarakat, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan sekolah rakyat (SR).
Ia menegaskan, pemerintah akan tetap memprioritaskan belanja yang lebih produktif dan tepat sasaran.
Baca juga:
Di Hadapan Pengusaha AS, Prabowo Pamer Efisiensi Anggaran dan Lebih Dulu Dibanding Trump
"Kita kan justru lebih memilih untuk mengurangi yang tadi, belanja-belanja yang menurut kita kurang produktif," ujar Prasetyo usai menghadiri rapat koordinasi di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa.
Langkah efisiensi dilakukan melalui penyisiran anggaran pada pos-pos yang dinilai tidak memberikan dampak signifikan bagi masyarakat.
Dana dari pos tersebut kemudian direalokasikan untuk memperkuat program yang manfaatnya dirasakan langsung oleh publik.
Kebijakan ini, tegas ia, bertujuan memastikan anggaran negara digunakan secara optimal untuk membantu meringankan beban masyarakat, terutama di tengah tantangan ekonomi.
"Itulah yang kemudian kita realokasi supaya program-program yang produktif, program-program yang berdampak, program-program yang bisa membantu meringankan beban masyarakat, justru itu yang harus diutamakan," jelasnya. (*)