MerahPutih.com - Kebun Raya Indrokilo Boyolali Jawa Tengah mengembangkan teknologi pengolahan tampungan curahan hujan menjadi air sehat yang siap diminum bagi para wisatawan. Teknologi ini menggunakan peralatan pengolahan Elektrolisa Banyu Udan (EBU) yang mampu menghasilkan PH air sebesar tujuh hingga sembilan, alias aman untuk dikonsumsi manusia.
Air hujan awalnya ditampung di atap Ecological House (e-House). Setelah itu difilter, air hujan kemudian masuk proses dielektrolisa di ruang EBU untuk mengurai kadar asam dan basanya. Dari air asam yang tercipta kemudian disimpan di tangki air untuk dapat diminum secara langsung pengunjung. Untuk air basa akan digunakan sebagai pupuk tanaman di Kebun Raya Indrokilo.
"Fasilitas ini terwujud dengan menghabiskan anggaran sekitar Rp200 juta," kata Kepala Bidang Pengendalian, Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Boyolali, Eko Dodi Aprianto, di Boyolali, Senin (23/4).

Menurut Dodi, manajemen kini sedang mengajukan penambahan kran air minum langsung yang berasal dari pengolahan air hujan pada penganggaran tahap selanjutnya. Tak hanya itu, saat ini tengah mematangkan rencana pembangunan sumur resapan baru. Tujuannya untuk menampung lebih banyak air hujan untuk diolah menjadi air siap minum.
"Agar air tersebut betul betul dijaga untuk menjaga mata air di kawasan Kebun Raya Indrokilo. Daripada air hujan itu, dibuang percuma, lebih baik dilakukakan efisiensi dengan cara pemanfaatan yang maksimal," tutur dia, dilansir Antara.
Sementara itu, Bupati Boyolali Seno Samodro mengatakan telah menyiapkan anggaran pembangunan untuk akses jalan masuk dan di kawasan Kebun Raya Indrokilo Mojosongo Boyolali yang perkiraan akan menghabiskan biaya mencapai Rp7 miliar.
Menurut Bupati, bagian dari akses jalan menuju kebun raya juga akan dibangun jembatan gantung khusus untuk pejalan kaki. "Masyarakat untuk sementara secara gratis dapat masuk ke tempat tersebut untuk menikmati Kebun Raya Indrokilo," kata dia.
Meskipun pembanguna kebun raya tersebut hingga saat ini belum selesai, masyarakat sudah cukup antusias mengunjungi taman di bawah pengelolaan Pemkab Boyolali. Saat ini, jumlah pengunjung, terutama saat libur akhir minggu, sekitar 500 orang.
Pembangunan fasilitas kebun raya yang sudah selesai, antara lain Gerbang Pasingsingan, gedung pusat informasi turis, Gedung Ecological House yang menjadi kantor pengelola, taman labirin berbentuk gunung wayang, taman paku, kandang rusa, serta jalan paving. (*)