MERAHPUTIH.COM - RATUSAN arsip naskah kuno ditemukan di rumah kosong milik almarhum Cipto Raharjo, warga Tumang Tempel, Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah. Dokumen-dokumen tulisan tangan dan cetakan tersebut tersimpan di dalam lemari rumah Cipto, yang diketahui telah meninggal dunia sekitar 2007 lalu.
Pustakawan Ahli Pertama Perpusda Boyolali, Anang Abdul Harahab, mengemukakan ratusan naskah kuno tersebut ditemukan secara tidak sengaja. Berdasarkan hasil identifikasi, naskah-naskah tersebut ada yang ditulis pada 1917, 1918, 1939 hingga 1950-an.
“Kami terima laporan adanya temuan ratusan naskah kuno. Koleksi naskah yang ditemukan cukup beragam,” ujar Anang, Sabtu (8/8).
Ia menjelaskan salah satunya naskah yang ditemukan itu merupakan naskah Safinatun Najah, sebuah kitab fiqih bertuliskan Arab Pegon yang dilengkapi dengan terjemahan. Kitab ini berisi panduan dan hukum-hukum Islam.
Baca juga:
Selain kitab keagamaan, pihaknya juga menemukan naskah Primbon Jawa yang memuat perhitungan weton lahir serta ramalan peruntungan rezeki seseorang.
"Jadi naskah Primbon Jawa soal peruntungan orang. Misalnya Senin Wage berapa, terus kalau misalnya ketemu angka 18 itu apa. Jadi (ini baru) sekilas karena belum dipelajari secara mendalam," katanya.
Tidak hanya itu, lanjut dia, ada pula naskah Serat Warna-Warni dan Serat Petung. Naskah berbahasa serta beraksara Jawa yang berisi berbagai rumus perhitungan tradisional.
Dari ratusan naskah yang ditemukan terdapat sebuah karya sastra fiksi yang ditulis dalam bahasa dan aksara Jawa. "Ada karya sastra roman dusun dengan tulisan Jawa. Kalau sekarang (disebut) novel. Ini karya sastra beliau (Cipto Raharjo), tapi pengarangnya beda. Mungkin kerja sama atau apa waktu itu dengan Padmo Sudarmo. Itu ada dua jilid," katanya.
Anang mengungkapkan Perpusda Boyolali akan melibatkan akademisi untuk mengidentifikasi isi serta nilai sejarah dari seluruh naskah tersebut.
"Kami akan kerja sama akademisi untuk mendalami koleksi-koleksi (temuan naskah) yang ada di sana. Saat ini prioritas kami naskah tulisan tangan dulu (yang didigitalisasi)," tegasnya.
Kepala Desa Cepogo, Mawardi, menambahkan naskah kuno yang ditemukan di rumah almarhum berawal dari program Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpusda) Boyolali terkait dengan penelusuran naskah di wilayah Boyolali. Program itu mengingatkan Mawardi pada sosok Cipto Raharjo, yang kala itu disegani masyarakat karena ilmunya dan sebagai seorang penulis naskah.
Cipto Raharjo meninggal dunia sekitar 2007 dan rumahnya dibiarkan kosong. Anak keturunannya tidak ada yang menempati rumah itu. Untuk menelusuri naskah, Dinas Arpusda, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Boyolali, serta filolog dari Universitas Sebelas Maret (UNS) mendatangi rumah Cipto Raharjo.
"Kebetulan rumah itu sudah kosong. Kami buka seizin dengan pihak keluarga untuk melihat keberadaan naskah-naskah tersebut. Setelah dibuka, diidentifikasi masih banyak naskah yang merupakan naskah-naskah kuno," kata Mawardi.(Ismail/Jawa Tengah)
Baca juga: