Merahputih.com - Ratusan naskah kuno berbahasa Jawa, Arab dan Indonesia ditemukan di rumah salah satu warga Dukuh Tumang Tempel, Desa Cepogo, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Naskah kuno ditemukan di rumah almarhum Cipto Raharjo, yang dikenal warga setempat sebagai seorang cendekiawan dan budayawan itu kini diamankan disimpan di kantor Desa Cepogo.
Kepala Desa Cepogo, Mawardi, mengatakan naskah kuno yang ditemukan di rumah almarhum Cipto Raharjo bermula adanya program dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpusda) Boyolali terkait penelusuran naskah di wilayah Boyolali.
Jadi awalnya adanya program Arpusda Boyolali penelusuran naskah kuno. Program penelusuran naskah itu mengingatkan Mawardi pada sosok Cipto Raharjo, seorang warga Dukuh Tumang Tempel yang kala itu sangat disegani di masyarakat karena ilmunya dan sebagai seorang penulis naskah,
kata Mawardi, Senin (10/8).
Ia menjelaskan Cipto Raharjo meninggal dunia sekitar tahun 2007 dan rumahnya dibiarkan kosong. Anak keturunannya tidak ada yang menempati rumah itu.
Oleh karena itu, untuk menelusuri naskah terkait keberadaan Desa Cepogo, Boyolali dan sebagainya, Dinas Arpusda, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Boyolali, serta filologi dari Universitas Sebelas Maret (UNS) mendatangi rumah Cipto Raharjo.
"Kebetulan rumah itu sudah kosong. Kita buka seizin dengan pihak keluarga untuk melihat keberadaan naskah-naskah tersebut. Setelah dibuka, diidentifikasi masih banyak naskah yang merupakan naskah-naskah kuno," katanya.
Mawardi mengatakan, bahwa naskah kuno yang ditemukan di rumah Cipto Raharjo merupakan arsip keluarga.
Saat ini masih banyak naskah kuno peninggalan Cipto Raharjo yang belum diidentifikasi karena butuh waktu yang lama. Ada tujuh naskah kuno yang diprioritaskan untuk proses digitalisasi.
“Naskah kuno itu di antaranya tentang primbon Jawa, doa-doa dalam bahasa Arab tapi sudah diartikan dalam bentuk bahasa Jawa, kitab kuning tulisan tangan Safinatun Najah,” kata dia.
Kitab Safinatun Najah ini, kata dia, ditulis jangka panjang hingga tulisan terakhir sekitar tahun 1938.
Kemudian ada naskah pitung Jawa dan naskah kuno tentang roman bahasa Jawa. Semua naskah kuno merupakan tulisan tangan Cipto Raharjo.
Mawardi menyampaikan, bahwa naskah kuno peninggalan Cipto Raharjo sebagian disimpan di kantor desa untuk dilakukan pemasangan cover luar agar tidak rusak.
"Ada sekitar tujuh naskah yang sudah didigitalisasi oleh Arpusda Boyolali. Dan naskah tersebut kami simpan sementara di kantor desa," tandasnya.
Mawardi mengatakan, Pemdes Cepogo akan melakukan koordinasi dengan keluarga almarhum Cipto Raharjo terkait naskah kuno tersebut. Salah satu anak almarhum Cipto Raharjo menyampaikan ayahnya tersebut menginginkan adanya perpustakaan yang bermanfaat di masyarakat.
"Ahli waris menginginkan adanya perpustakaan yang bermanfaat di masyarakat khususnya keluarga. Dan buku peninggalan ini bisa berikan manfaat,” katanya.
Pustakawan Ahli Pertama Perpusda Boyolali, Anang Abdul Harahab, menyebut temuan naskah kuno di Tumang merupakan tulisan tangan Cipto Raharjo. Kitab tersebut tentang Safinatun Najah. Selain itu, ada temuan naskah batik. Tetapi belum dapat diidentifikasi karena jumlahnya banyak.
"Temuan di Tumang ada naskah tulis tangan Mbah Cipto itu Safinatun Najah. Itu terkait kitab Syafiiah, ada naskah yang perlu diteliti lagi naskah terkait batik. Itu belum bisa kita eksekusi karena banyak dan semua temuan proses identifikasi,” pungkasnya. (Ismail/Jawa Tengah).