MERAHPUTIH.COM - CANDI Prambanan dihiasi relief nan terpahat di dindingnya. Hal itu membuat Candi Prambanan tidak hanya dikenal sebagai kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia, tetapi juga sebagai 'buku batu' yang menyimpan berbagai kisah melalui relief-relief yang dipahat di dindingnya.
Setiap panel relief menghadirkan cerita yang sarat akan nilai moral, keagamaan, hingga kebudayaan, sehingga menjadi salah satu daya tarik utama bagi wisatawan maupun peneliti.
Relief-relief tersebut dibuat pada abad ke-9 masehi bersamaan dengan pembangunan kompleks Candi Prambanan. Selain berfungsi sebagai penghias bangunan, ukiran-ukiran ini menjadi media untuk menyampaikan ajaran Hindu kepada masyarakat pada masa itu.
Relief Ramayana, Kisah yang Paling Terkenal
Salah satu relief paling populer di Candi Prambanan yakni kisah Ramayana. Cerita ini terpahat di dinding pagar langkan Candi Siwa dan berlanjut hingga Candi Brahma. Relief tersebut menceritakan perjalanan Rama, seorang pangeran dari Kerajaan Ayodhya, bersama istrinya, Dewi Sinta, dan adiknya, Laksmana. Konflik dimulai ketika Rahwana menculik Dewi Sinta dan membawanya ke Kerajaan Alengka.
Dalam usahanya menyelamatkan sang istri, Rama dibantu oleh Hanoman, tokoh kera putih yang dikenal karena kesetiaan, kecerdikan, dan keberaniannya. Kisah ini kemudian berakhir dengan kemenangan Rama atas Rahwana sekaligus menjadi simbol kemenangan kebaikan melawan kejahatan.
Hingga kini, cerita Ramayana yang terukir di Candi Prambanan juga diangkat dalam pertunjukan Sendratari Ramayana yang rutin digelar di kawasan candi.
Baca juga:
Relief Krishnayana
Selain Ramayana, Candi Prambanan juga memiliki relief Krishnayana yang berada di Candi Wisnu. Relief ini mengisahkan perjalanan hidup Dewa Krishna, salah satu awatara Dewa Wisnu. Cerita dimulai sejak masa kecil Krishna, perjuangannya menghadapi berbagai ancaman, hingga kiprahnya sebagai sosok pemimpin yang bijaksana.
Melalui kisah tersebut, masyarakat diajarkan tentang keberanian, kebijaksanaan, serta pentingnya menegakkan dharma atau kebenaran.
Relief Hewan dan Kehidupan Sehari-hari
Tidak semua relief di Prambanan menceritakan kisah para dewa dan tokoh pewayangan. Di sejumlah bagian candi terdapat ukiran yang menggambarkan berbagai jenis hewan, tumbuhan, hingga aktivitas masyarakat pada masa lampau. Relief-relief tersebut menjadi sumber informasi penting bagi para arkeolog untuk memahami kehidupan sosial dan lingkungan di era Kerajaan Mataram Kuno.
Beberapa panel juga memperlihatkan motif flora yang dipadukan dengan makhluk-makhluk mitologi khas Hindu, menghasilkan karya seni yang kaya akan simbolisme.
Baca juga:
Indonesia dan India Resmi Kerja Sama Restorasi Candi Prambanan, Ditargetkan Rampung pada 2029
Membaca Relief Candi Prambanan
Menariknya, relief di Candi Prambanan tidak dinikmati secara acak. Kamu nih dianjurkan mengikuti alur cerita dengan berjalan mengelilingi candi searah jarum jam atau pradaksina.
Tradisi ini merupakan bagian dari tata cara penghormatan dalam agama Hindu. Dengan mengikuti jalur tersebut, setiap panel relief akan tersusun menjadi rangkaian cerita yang utuh dan mudah dipahami.
Relief Candi Prambanan sebagai Warisan Seni dan Sejarah
Relief-relief di Candi Prambanan tidak hanya memiliki nilai artistik yang tinggi, tetapi juga menjadi bukti kemajuan peradaban Nusantara pada abad ke-9. Ketelitian pahatan, komposisi cerita, hingga detail ekspresi tokohnya menunjukkan kemampuan para pemahat pada masa itu dalam mengolah batu menjadi media bercerita.
Hingga sekarang, relief Candi Prambanan masih menjadi salah satu peninggalan budaya yang terus dipelajari. Selain memperkaya pengetahuan mengenai sejarah dan agama Hindu di Indonesia, relief tersebut juga mengingatkan bahwa sebuah bangunan bersejarah tidak hanya berdiri sebagai monumen, tetapi juga menyimpan kisah yang dapat terus dibaca lintas generasi.(Far)
Baca juga:

