Kisah Relief Candi Prambanan, Media Pengajaran Hindu di Masanya

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 10 Juli 2026
Kisah Relief Candi Prambanan, Media Pengajaran Hindu di Masanya

Kisah relief candi prambanan. (Foto: dok/enslikopedia sejarah dunia)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - CANDI Prambanan dihiasi relief nan terpahat di dindingnya. Hal itu membuat Candi Prambanan tidak hanya dikenal sebagai kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia, tetapi juga sebagai 'buku batu' yang menyimpan berbagai kisah melalui relief-relief yang dipahat di dindingnya.

Setiap panel relief menghadirkan cerita yang sarat akan nilai moral, keagamaan, hingga kebudayaan, sehingga menjadi salah satu daya tarik utama bagi wisatawan maupun peneliti.

Relief-relief tersebut dibuat pada abad ke-9 masehi bersamaan dengan pembangunan kompleks Candi Prambanan. Selain berfungsi sebagai penghias bangunan, ukiran-ukiran ini menjadi media untuk menyampaikan ajaran Hindu kepada masyarakat pada masa itu.



Relief Ramayana, Kisah yang Paling Terkenal



Salah satu relief paling populer di Candi Prambanan yakni kisah Ramayana. Cerita ini terpahat di dinding pagar langkan Candi Siwa dan berlanjut hingga Candi Brahma. Relief tersebut menceritakan perjalanan Rama, seorang pangeran dari Kerajaan Ayodhya, bersama istrinya, Dewi Sinta, dan adiknya, Laksmana. Konflik dimulai ketika Rahwana menculik Dewi Sinta dan membawanya ke Kerajaan Alengka.

Dalam usahanya menyelamatkan sang istri, Rama dibantu oleh Hanoman, tokoh kera putih yang dikenal karena kesetiaan, kecerdikan, dan keberaniannya. Kisah ini kemudian berakhir dengan kemenangan Rama atas Rahwana sekaligus menjadi simbol kemenangan kebaikan melawan kejahatan.

Hingga kini, cerita Ramayana yang terukir di Candi Prambanan juga diangkat dalam pertunjukan Sendratari Ramayana yang rutin digelar di kawasan candi.

Baca juga:

Legenda Roro Jonggrang di Balik Candi Prambanan


Relief Krishnayana


Selain Ramayana, Candi Prambanan juga memiliki relief Krishnayana yang berada di Candi Wisnu. Relief ini mengisahkan perjalanan hidup Dewa Krishna, salah satu awatara Dewa Wisnu. Cerita dimulai sejak masa kecil Krishna, perjuangannya menghadapi berbagai ancaman, hingga kiprahnya sebagai sosok pemimpin yang bijaksana.

Melalui kisah tersebut, masyarakat diajarkan tentang keberanian, kebijaksanaan, serta pentingnya menegakkan dharma atau kebenaran.


Relief Hewan dan Kehidupan Sehari-hari


Tidak semua relief di Prambanan menceritakan kisah para dewa dan tokoh pewayangan. Di sejumlah bagian candi terdapat ukiran yang menggambarkan berbagai jenis hewan, tumbuhan, hingga aktivitas masyarakat pada masa lampau. Relief-relief tersebut menjadi sumber informasi penting bagi para arkeolog untuk memahami kehidupan sosial dan lingkungan di era Kerajaan Mataram Kuno.

Beberapa panel juga memperlihatkan motif flora yang dipadukan dengan makhluk-makhluk mitologi khas Hindu, menghasilkan karya seni yang kaya akan simbolisme.

Baca juga:

Indonesia dan India Resmi Kerja Sama Restorasi Candi Prambanan, Ditargetkan Rampung pada 2029

Membaca Relief Candi Prambanan


Menariknya, relief di Candi Prambanan tidak dinikmati secara acak. Kamu nih dianjurkan mengikuti alur cerita dengan berjalan mengelilingi candi searah jarum jam atau pradaksina.

Tradisi ini merupakan bagian dari tata cara penghormatan dalam agama Hindu. Dengan mengikuti jalur tersebut, setiap panel relief akan tersusun menjadi rangkaian cerita yang utuh dan mudah dipahami.

Relief Candi Prambanan sebagai Warisan Seni dan Sejarah

Relief-relief di Candi Prambanan tidak hanya memiliki nilai artistik yang tinggi, tetapi juga menjadi bukti kemajuan peradaban Nusantara pada abad ke-9. Ketelitian pahatan, komposisi cerita, hingga detail ekspresi tokohnya menunjukkan kemampuan para pemahat pada masa itu dalam mengolah batu menjadi media bercerita.

Hingga sekarang, relief Candi Prambanan masih menjadi salah satu peninggalan budaya yang terus dipelajari. Selain memperkaya pengetahuan mengenai sejarah dan agama Hindu di Indonesia, relief tersebut juga mengingatkan bahwa sebuah bangunan bersejarah tidak hanya berdiri sebagai monumen, tetapi juga menyimpan kisah yang dapat terus dibaca lintas generasi.(Far)



Baca juga:

Prabowo dan PM India Narendra Modi Kunjungi Candi Prambanan, Resmikan Revitalisasi hingga Bahas Diplomasi Budaya

#Candi Prambanan #Wisata #Budaya
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Diduga Ratusan Naskah Kuno Ditemukan di Rumah Warga Boyolali, Temuan Harus Identifikasi
Cipto Raharjo meninggal dunia sekitar tahun 2007 dan rumahnya dibiarkan kosong. Anak keturunannya tidak ada yang menempati rumah itu.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 11 Agustus 2026
Diduga Ratusan Naskah Kuno Ditemukan di Rumah Warga Boyolali, Temuan Harus Identifikasi
Fun
Australia Barat Tawarkan Destinasi Liburan Keluarga dengan Alam yang Tenang dan Aktivitas Edukatif
Australia Barat menawarkan berbagai destinasi wisata ramah keluarga, mulai dari Busselton Jetty, Ngilgi Cave, hingga Lucky Bay yang dihuni kanguru liar.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 03 Agustus 2026
Australia Barat Tawarkan Destinasi Liburan Keluarga dengan Alam yang Tenang dan Aktivitas Edukatif
Fashion
Ulos Jadi Magnet di IFW 2026, Tampil Modern dengan Sentuhan Warna Pastel
Kain ulos menjadi magnet di Indonesia Fashion Week 2026. Kain tersebut tampil modern dengan sentuhan warna pastel.
Soffi Amira - Minggu, 02 Agustus 2026
Ulos Jadi Magnet di IFW 2026, Tampil Modern dengan Sentuhan Warna Pastel
Fashion
Ragamkultura Jakarta di IFW 2026, Batik Betawi hingga Marunda Curi Perhatian Penonton
Batik Jakarta bersinar di IFW 2026. Panggung Ragamkultura Jakarta menghadirkan sembilan jenama wastra.
Soffi Amira - Jumat, 31 Juli 2026
Ragamkultura Jakarta di IFW 2026, Batik Betawi hingga Marunda Curi Perhatian Penonton
Indonesia
FBI Balikin Artefak Suku Dani, Suku Asmat dan Suku Danau ke Indonesia
Pertemuan itu membawa pengembalian benda-benda budaya, artefak budaya, yang diselundupkan ke Amerika Serikat secara ilegal dan setelah dilakukan satu provenance research atau asal-usul,.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 23 Juli 2026
FBI Balikin Artefak Suku Dani, Suku Asmat dan Suku Danau ke Indonesia
Indonesia
Stasiun Yogyakarta Kini Punya Lelana Gallery, Ruang Kreatif untuk UMKM Berbasis Budaya
Stasiun Yogyakarta kini memiliki Lelana Gallery yang menampilkan produk UMKM berbasis budaya dan keberlanjutan. Inisiatif KAI Wisata ini mendukung ekonomi kreatif lokal.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 Juli 2026
Stasiun Yogyakarta Kini Punya Lelana Gallery, Ruang Kreatif untuk UMKM Berbasis Budaya
Indonesia
Wong Kito Pemburu Kuliner-Belanja Langsung Gas, Dibuka Rute Baru Pelembang-Bandung!
Bandara Husein Sastranegara Bandung buka rute baru ke Bandar Lampung dan Palembang mulai Agustus 2026. Wings Air melayani penerbangan langsung dengan pesawat ATR 72 berkapasitas 72 kursi.
Wisnu Cipto - Selasa, 14 Juli 2026
Wong Kito Pemburu Kuliner-Belanja Langsung Gas, Dibuka Rute Baru Pelembang-Bandung!
Travel
Jalan-Jalan ke Arab Saudi Lebih Mudah dengan Package Visa, Bisa Fokus ke Pengalaman Wisata
Package Visa merupakan inisiatif digital yang mengintegrasikan penerbitan visa wisata secara langsung ke dalam pemesanan paket perjalanan yang telah dikurasi.
Dwi Astarini - Jumat, 10 Juli 2026
Jalan-Jalan ke Arab Saudi Lebih Mudah dengan Package Visa, Bisa Fokus ke Pengalaman Wisata
Travel
Aktivitas Menarik saat Liburan ke Candi Prambanan, Pastikan Nonton Sendratari 'Ramayana'
Beragam aktivitas menarik dapat dinikmati wisatawan dari berbagai kalangan di Candi Prambanan.
Dwi Astarini - Jumat, 10 Juli 2026
Aktivitas Menarik saat Liburan ke Candi Prambanan, Pastikan Nonton Sendratari 'Ramayana'
Travel
Kisah Relief Candi Prambanan, Media Pengajaran Hindu di Masanya
Setiap panel relief menghadirkan cerita yang sarat akan nilai moral, keagamaan, hingga kebudayaan.
Dwi Astarini - Jumat, 10 Juli 2026
Kisah Relief Candi Prambanan, Media Pengajaran Hindu di Masanya
Bagikan