MERAHPUTIH.COM - PULUHAN siswa SMPN 6 Boyolali, Jateng, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi sajian menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Siswa yang keracunan dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit terdekat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali FX Kristandiyoko mengatakan keracunan tersebut terjadi pada Kamis dan Jumat.
Berdasarkan informasi, peristiwa ini bermula saat siswa mengonsumsi menu MBG pada Kamis (20/8) pagi.
“Siswa merasa badannya tidak enak pada Kamis sore dan berlanjut hingga Jumat pagi. Beberapa siswa bahkan ada yang izin tidak masuk sekolah karena sakit,” kata Kristandiyoko, Jumat (21/8).
Saat mendapat informasi dugaan keracunan itu, kata Kristandiyoko, Dinkes Boyolali menerjunkan tim kesehatan dari Puskesmas Boyolali I untuk mendatangi SMPN 6 setelah ada laporan diduga keracunan MBG. "Dari tim kesehatan Puskesmas Boyolali I itu ke sekolah di SMP 6. Kemudian dari datanya itu sekitar 96 anak,” kata dia.
Baca juga:
Keracunan MBG di Papua & Semarang, Menkes Akui Temuan Bakteri di Menu
Dari kurang lebih 96, lanjut dia, yang merasa ada gejala dikumpulkan, kemudian dilakukan anamnesis. Menurut dia, dari 96 siswa yang dilakukan anamnesis ada yang sudah tidak merasakan keluhan dan ada yang masih merasakan tidak nyaman.
Mereka ada yang merasakan mual, mulas, dan diare. Mereka kemudian diperiksa tim kesehatan dan dokter lalu diberi obat.
"Dari 96 itu, ada 17 yang masih merasakan tidak nyaman di badannya, baik itu untuk mual, mulas, dan diare. Mereka diperiksa tim kesehatan dari Puskesmas Boyolali I dengan melibatkan dokter dan timnya. Mereka juga sudah diberikan obat," paparnya.
Ia menegaskan pihaknya terus melakukan komunikasi dengan pihak sekolah supaya memberikan laporan siswanya yang masih mengalami keluhan. "Jadi dari 96 itu yang diperiksa ada 17. Kami juga masih menunggu sambil kita berkomunikasi dengan guru maupun kepala sekolah di SMP 6 kalau murid yang misalnya hari ini tidak masuk untuk bisa memberikan laporan sehingga kami bisa ada pelacakan untuk lebih akurat," ucap dia.
Ia menyampaikan Dinkes masih melakukan penyelidikan epidemiologi untuk mengetahui penyebab pasti dari keracunan tersebut. Menurut dia dalam menu MBG yang dikonsumsi para siswa tersebut terdapat jamur. Namun, belum bisa diketahui secara pasti penyebab dari keracunan tersebut.
“Kita cek makanan dan melakukan suatu penyelidikan epidemiologi. Dinkes Boyolali telah mengirimkan sampel makanan ke Labkesmas di Semarang untuk mengetahui penyebab keracunan tersebut,” pungkasnya.(Ismail/Jawa Tengah)
Baca juga: