Merahputih.com - Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan akan menindak tegas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak memenuhi standar operasional program Makan Bergizi Gratis (BGN).
Kepala BGN Sudaryono menegaskan penutupan akan dilakukan tanpa melihat siapa pihak yang mengelola atau memiliki SPPG tersebut. Menurut dia, standar operasional menjadi tolok ukur utama dalam menentukan kelayakan dapur MBG.
Baca juga:
DPR Dukung MBG Jalan Terus, tapi Tata Kelola dan Anggaran Diperketat
Saya nggak peduli itu SPPG-nya misalnya apa, punya siapa. Saya nggak lihat, saya lihat sistem. Manakala tidak memenuhi standar di sistem saya, maka dengan berat hati harus saya tutup permanen,
kata Sudaryono kepada wartawan, Selasa (18/8).
Sudaryono mengatakan langkah tersebut diperlukan untuk melindungi SPPG yang selama ini telah menjalankan program MBG dengan baik.
1.300 SPPG Sudah Ditutup
Ia mengungkapkan BGN telah menutup sekitar 1.300 SPPG yang dinilai tidak memenuhi standar operasional. Penutupan dilakukan secara bertahap dalam tiga pekan pertama sejak dirinya menjabat sebagai Kepala BGN.
Kalau nggak bisa diperbaiki, kita tutup permanen. Jadi sudah saya menutup mungkin 800, tambah kemarin saya sudah menutup 500. Jadi sudah 1.300 saya tutup selama tiga minggu saya jadi kepala,
ujarnya.
Evaluasi Puluhan Ribu Dapur MBG
Menurut Sudaryono, penutupan SPPG yang tidak memenuhi standar juga menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas operasional puluhan ribu dapur MBG lainnya yang berjalan dengan baik.
Baca juga:
Makanan MBG Lewat 4 Jam Setelah Matang Jangan Dimakan, BGN Minta Semua Pihak Patuh
BGN akan mempelajari praktik yang diterapkan SPPG dengan kinerja baik agar dapat menjadi standar bagi fasilitas lainnya.
"Jadi kita belajar dari keberhasilan SPPG. Beberapa SPPG, salah satunya adalah SPPG yang dikelola oleh Bhayangkari dari Polri, menggunakan test kit dan sampai saat ini tidak ada satu kasus pun keracunan," kata Sudaryono. (Asp)