MerahPutih.com - Kubu pasangan calon Presiden-Wakil Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menduga ada tindakan kecurangan dalam Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2019.
Menurut Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan, Mahfud MD tudingan itu merupakan hal yang biasa dalam berdemokrasi. Apalagi Indonesia menganut negara yang demokrasi.
"Kalau diganggu dengan tudingan tersebut ya biasa namanya juga demokrasi," kata Mahfud di Jakarta Kamis (25/4).
Kata Mahfud, tudingan itu selalu ada dalam pesta demokrasi di Indonesia. Namun, sambung dia, nantinya akan berimbas pada penyelenggara pemilu yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Menurut dia, serangan itu akan dilancarkan sampai tanggal 23 Mei 2019 mendatang sampai selesainya rekapitulasi suara Pemilu. Kemudian setelah itu serangan dilancarkan kembali ke Mahkama Konstitusi (MK).
"Tudingan selalu ada. Ritualnya itu, KPU diserang terus sampai nanti tanggal 23 Mei, serangan akan berbalik tadinya ke KPU jadi ke MK. Gitu aja ritualnya," tutur dia.
Mantan Ketua MK ini pun,memperediksi nantinya dalam gelar persidangan sengketa pemilu ada pihak yang menuduh penegak hukum bermain.
"Lihat aja nanti. Tuduhan hakim MK disuap lah, dia berpihak sama ini lah, itu nanti akan muncul. Pengalaman saya bertahun tahun begitu. Itu ritual politik," tutup dia. (Asp)