MerahPutih.com - Kebakaran melanda kawasan wisata Desa Adat Sade, Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (22/8) malam.
Api dilaporkan mulai berkobar sekitar pukul 22.00 Wita dan melahap sejumlah rumah adat milik masyarakat Suku Sasak.
Hingga saat ini, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan.
Baca juga:
Mengunjungi Desa Adat Sasak Sade yang Teguh Memegang Tradisi di Sela Gempita MotoGP
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lombok Tengah Supardan mengatakan sejumlah mobil pemadam kebakaran dan penyelamatan (Damkartan) gabungan dikerahkan untuk memadamkan kebakaran.
Diduga Korsleting Listrik
Sejumlah warga menduga kebakaran terjadi akibat korsleting listrik. Namun, dugaan tersebut belum mendapat konfirmasi resmi dari pihak berwenang.
Api pertama kali muncul dari salah satu rumah di tengah permukiman adat tersebut. Api kemudian merembet ke sejumlah rumah lainnya yang sebagian besar menggunakan bahan kayu, bambu, dan ilalang.
Baca juga:
Mencari Jelmaan Putri lewat Tradisi Bau Nyale, Budaya Khas Suku Sasak
Sampai saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat kebakaran tersebut.
Mengenal Rumah Adat Sade
Desa Adat Sade merupakan salah satu kawasan yang dikenal sebagai pusat kehidupan dan budaya masyarakat Suku Sasak di Lombok.
Rumah-rumah adat di kawasan ini dibangun dengan mempertahankan nilai estetika serta kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
Bangunan rumah adat Sasak umumnya menggunakan jerami sebagai bagian dari atap dan dinding dari anyaman bambu atau bedek. Lantainya dibuat dari tanah liat yang dicampur dengan kotoran kerbau dan abu jerami.
Baca juga:
Campuran tersebut membuat permukaan lantai menjadi keras setelah mengering. Teknik pembuatan lantai itu telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Sasak.
Material seperti kayu dan bambu juga diperoleh dari lingkungan sekitar. Untuk menyambungkan bagian-bagian kayu, masyarakat menggunakan teknik tradisional, termasuk paku berbahan bambu.
Rumah adat Suku Sasak umumnya memiliki satu pintu berukuran sempit dan rendah serta tidak memiliki jendela.