MerahPutih.com - Kehadiran album debut INTONESIA pada tahun lalu menjadi lebih dari sekadar pencapaian bagi Diskoria. Album tersebut menandai salah satu fase penting dalam perjalanan bermusik mereka yang telah berlangsung selama satu dekade.
Perjalanan itu dilalui secara bertahap, dari tampil di berbagai pesta hingga menghasilkan karya-karya orisinal dan sejumlah hit yang mendapat tempat di hati pendengar musik Indonesia.
Bagi Diskoria, INTONESIA merupakan proyek yang dipersiapkan dengan matang. Sejak awal, mereka berkomitmen menghadirkan album tersebut dalam berbagai format, baik digital maupun fisik.
Rilisan fisiknya mencakup piringan hitam, CD, kaset, hingga berbagai bentuk lainnya. Bersama Suara Disko, Diskoria juga berupaya menerjemahkan keseluruhan album ke dalam bentuk visual dengan menghadirkan video musik untuk setiap lagu di dalamnya.
Baca juga:
Diskoria Lengkapi Perjalanan Album Perdana 'Intonesia' dengan Rangkaian Video Musik
INTONESIA Dirancang sebagai Proyek Audio-Visual
INTONESIA sejak awal memang dirancang sebagai album berisi 11 lagu yang masing-masing akan memiliki video musik.
Proyek tersebut digarap sebagai sebuah karya seni yang memperhatikan berbagai aspek, mulai dari musik, produser pendamping, kolaborator musisi dan seniman, penata suara, susunan lagu, konsep video musik, hingga tim produksi visual dan desain sampul beserta turunannya.
INTONESIA, sebuah proyek karya seni yang sangat dipikirkan segala sesuatunya. Mulai dari musik tiap lagu, produser pendamping, kolaborator musisi dan seniman, penata suara, urutan lagu, konsep musik video, produser - sutradara dan tim penata gambar, sampai desain sampul album beserta turunannya. Intonesia sebuah proyek panjang Diskoria, dikerjakan dalam waktu 3 tahun. Hingga dirilis dalam tiga fase berbeda.
Penggagas Suara Disko, Daiva.
Rangkaian visual INTONESIA berlangsung selama kurang lebih dua tahun. Dimulai dari video musik Flamboyanku bersama Danilla yang dirilis pada September 2024.
Perjalanan tersebut kemudian ditutup dengan video musik Dua Mimpi bersama Tatjana Saphira yang mulai dapat disaksikan pada 19 September 2026.
Dengan demikian, seluruh 11 lagu dalam INTONESIA memiliki video musik yang digarap oleh sejumlah sutradara, antara lain Senry Alvin, Nara Nugroho, Riki Noval Suherman, Baday Rayhan, Kezia Alexandra, Jelita Barbara, dan Stella Marlena.
Baca juga:
Perjalanan Satu Dekade, Diskoria Resmi Luncurkan Album Perdana 'Intonesia'
Melibatkan Sejumlah Sutradara
Sejumlah nama tersebut bukanlah orang baru bagi Diskoria. Senry Alvin, misalnya, telah beberapa kali berkolaborasi dengan mereka.
Di sisi lain, ada pula sutradara yang untuk pertama kalinya mengerjakan proyek visual bersama Diskoria, seperti Riki Noval Suherman yang melakukan debut video musiknya melalui Relung Jiwa, lagu kolaborasi Diskoria dan Dea Barandana.
Nama lain yang menarik perhatian adalah Jelita Barbara, yang dipercaya menggarap tiga video musik dalam rangkaian visual INTONESIA.
Pengalaman Jelita, baik sebagai sutradara maupun pengarah kreatif dalam berbagai proyek sebelumnya, membuat Diskoria mempercayakannya untuk menerjemahkan tiga lagu dengan karakter yang berbeda.
Jelita mengerjakan video musik Tanah Airku, Kilauan, dan Dua Mimpi. Ketiganya menggunakan pendekatan visual yang berbeda, menyesuaikan karakter masing-masing lagu.
Karena musik dan kolaboratornya beda-beda, tantangannya adalah gimana cara visualnya tetap kerasa Diskoria. Apalagi ketiga video ini juga punya pendekatan yang beda banget: Tanah Airku lebih ke arah humanistic, semi-documentary, Kilauan full performance video, sementara Dua Mimpi dramatic montage,
Jelita Barbara.
INTONESIA Hadir dalam Beragam Format Fisik
Selain menghadirkan rangkaian video musik, INTONESIA juga dirilis secara bertahap dalam berbagai format fisik.
Perjalanan rilisan fisiknya dimulai dengan piringan putih pada Juni 2025, dilanjutkan piringan hitam pada Juli 2025, serta kaset dengan tiga pilihan warna cangkang pada Agustus 2025.
Memasuki 2026, Diskoria kembali menghadirkan versi kaset dengan edisi sampul selongsong pada Mei, kemudian cakram padat pada Juli.
Baca juga:
Piringan Hitam 'INTONESIA', Selebrasi Musik dan Arsip Budaya Pop ala Diskoria
Ke depannya, INTONESIA masih akan diperluas melalui berbagai format fisik lainnya.
Melalui rangkaian rilisan musik, format fisik, dan 11 video musik, INTONESIA menjadi proyek panjang yang merekam perjalanan kreatif Diskoria selama tiga tahun.
Proyek tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana sebuah album dapat dikembangkan menjadi pengalaman audio-visual yang utuh, dengan setiap lagu mendapatkan ruang visual dan pendekatan kreatifnya masing-masing. (Far)