Tiga Tahun Digarap, Album 'INTONESIA' Diskoria Akhirnya Lengkap: 11 Lagu, 11 Video Musik

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Minggu, 23 Agustus 2026
Tiga Tahun Digarap, Album 'INTONESIA' Diskoria Akhirnya Lengkap: 11 Lagu, 11 Video Musik

Diskoria rilis 11 video klip dari album perdananya. (foto: dok/diskoria)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kehadiran album debut INTONESIA pada tahun lalu menjadi lebih dari sekadar pencapaian bagi Diskoria. Album tersebut menandai salah satu fase penting dalam perjalanan bermusik mereka yang telah berlangsung selama satu dekade.

Perjalanan itu dilalui secara bertahap, dari tampil di berbagai pesta hingga menghasilkan karya-karya orisinal dan sejumlah hit yang mendapat tempat di hati pendengar musik Indonesia.

Bagi Diskoria, INTONESIA merupakan proyek yang dipersiapkan dengan matang. Sejak awal, mereka berkomitmen menghadirkan album tersebut dalam berbagai format, baik digital maupun fisik.

Rilisan fisiknya mencakup piringan hitam, CD, kaset, hingga berbagai bentuk lainnya. Bersama Suara Disko, Diskoria juga berupaya menerjemahkan keseluruhan album ke dalam bentuk visual dengan menghadirkan video musik untuk setiap lagu di dalamnya.

Baca juga:

Diskoria Lengkapi Perjalanan Album Perdana 'Intonesia' dengan Rangkaian Video Musik

INTONESIA Dirancang sebagai Proyek Audio-Visual

INTONESIA sejak awal memang dirancang sebagai album berisi 11 lagu yang masing-masing akan memiliki video musik.

Proyek tersebut digarap sebagai sebuah karya seni yang memperhatikan berbagai aspek, mulai dari musik, produser pendamping, kolaborator musisi dan seniman, penata suara, susunan lagu, konsep video musik, hingga tim produksi visual dan desain sampul beserta turunannya.

INTONESIA, sebuah proyek karya seni yang sangat dipikirkan segala sesuatunya. Mulai dari musik tiap lagu, produser pendamping, kolaborator musisi dan seniman, penata suara, urutan lagu, konsep musik video, produser - sutradara dan tim penata gambar, sampai desain sampul album beserta turunannya. Intonesia sebuah proyek panjang Diskoria, dikerjakan dalam waktu 3 tahun. Hingga dirilis dalam tiga fase berbeda.

Penggagas Suara Disko, Daiva.

Rangkaian visual INTONESIA berlangsung selama kurang lebih dua tahun. Dimulai dari video musik Flamboyanku bersama Danilla yang dirilis pada September 2024.

Perjalanan tersebut kemudian ditutup dengan video musik Dua Mimpi bersama Tatjana Saphira yang mulai dapat disaksikan pada 19 September 2026.

Dengan demikian, seluruh 11 lagu dalam INTONESIA memiliki video musik yang digarap oleh sejumlah sutradara, antara lain Senry Alvin, Nara Nugroho, Riki Noval Suherman, Baday Rayhan, Kezia Alexandra, Jelita Barbara, dan Stella Marlena.

Baca juga:

Perjalanan Satu Dekade, Diskoria Resmi Luncurkan Album Perdana 'Intonesia'

Melibatkan Sejumlah Sutradara

Sejumlah nama tersebut bukanlah orang baru bagi Diskoria. Senry Alvin, misalnya, telah beberapa kali berkolaborasi dengan mereka.

Di sisi lain, ada pula sutradara yang untuk pertama kalinya mengerjakan proyek visual bersama Diskoria, seperti Riki Noval Suherman yang melakukan debut video musiknya melalui Relung Jiwa, lagu kolaborasi Diskoria dan Dea Barandana.

Nama lain yang menarik perhatian adalah Jelita Barbara, yang dipercaya menggarap tiga video musik dalam rangkaian visual INTONESIA.

Pengalaman Jelita, baik sebagai sutradara maupun pengarah kreatif dalam berbagai proyek sebelumnya, membuat Diskoria mempercayakannya untuk menerjemahkan tiga lagu dengan karakter yang berbeda.

Jelita mengerjakan video musik Tanah Airku, Kilauan, dan Dua Mimpi. Ketiganya menggunakan pendekatan visual yang berbeda, menyesuaikan karakter masing-masing lagu.

Karena musik dan kolaboratornya beda-beda, tantangannya adalah gimana cara visualnya tetap kerasa Diskoria. Apalagi ketiga video ini juga punya pendekatan yang beda banget: Tanah Airku lebih ke arah humanistic, semi-documentary, Kilauan full performance video, sementara Dua Mimpi dramatic montage,

Jelita Barbara.

INTONESIA Hadir dalam Beragam Format Fisik

Selain menghadirkan rangkaian video musik, INTONESIA juga dirilis secara bertahap dalam berbagai format fisik.

Perjalanan rilisan fisiknya dimulai dengan piringan putih pada Juni 2025, dilanjutkan piringan hitam pada Juli 2025, serta kaset dengan tiga pilihan warna cangkang pada Agustus 2025.

Memasuki 2026, Diskoria kembali menghadirkan versi kaset dengan edisi sampul selongsong pada Mei, kemudian cakram padat pada Juli.

Baca juga:

Piringan Hitam 'INTONESIA', Selebrasi Musik dan Arsip Budaya Pop ala Diskoria

Ke depannya, INTONESIA masih akan diperluas melalui berbagai format fisik lainnya.

Melalui rangkaian rilisan musik, format fisik, dan 11 video musik, INTONESIA menjadi proyek panjang yang merekam perjalanan kreatif Diskoria selama tiga tahun.

Proyek tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana sebuah album dapat dikembangkan menjadi pengalaman audio-visual yang utuh, dengan setiap lagu mendapatkan ruang visual dan pendekatan kreatifnya masing-masing. (Far)

#Diskoria #Musik #Musik Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Tiga Tahun Digarap, Album 'INTONESIA' Diskoria Akhirnya Lengkap: 11 Lagu, 11 Video Musik
Album debut INTONESIA menjadi proyek panjang Diskoria selama tiga tahun. Seluruh 11 lagu kini memiliki video musik, ditutup 'Dua Mimpi' bersama Tatjana Saphira.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 23 Agustus 2026
Tiga Tahun Digarap, Album 'INTONESIA' Diskoria Akhirnya Lengkap: 11 Lagu, 11 Video Musik
Fun
'One Way Ticket' dari Aaron Espe, Liriknya Menantang Keberanian untuk Pergi
Keberanian untuk meninggalkan masa lalu sering kali menjadi perjalanan emosional yang penuh dilema.
Wisnu Cipto - Minggu, 23 Agustus 2026
'One Way Ticket' dari Aaron Espe, Liriknya Menantang Keberanian untuk Pergi
Fun
Lirik Melankolis Lagu 'Fading Fast' Best Coast, Potret Hubungan yang Kian Menjauh
Duo asal Los Angeles, Best Coast, menghadirkan nuansa indie pop dengan sentuhan garage rock dalam lagu “Fading Fast”.
Wisnu Cipto - Minggu, 23 Agustus 2026
Lirik Melankolis Lagu 'Fading Fast' Best Coast, Potret Hubungan yang Kian Menjauh
Fun
Makna di Balik Lirik Memories, Lagu Favorit Beabadoobee di Album Terbarunya
Bea menyebut “Memories” sebagai salah satu lagu paling membahagiakan dalam proses penggarapan album Pylon
Wisnu Cipto - Minggu, 23 Agustus 2026
 Makna di Balik Lirik Memories, Lagu Favorit Beabadoobee di Album Terbarunya
ShowBiz
Dari 'Baby Shark' ke 'WAVE', Baby Shark Boy Memulai Babak Baru
Jika Baby Shark menjadi titik awal perjalanannya 10 tahun lalu, kini ia mencoba menghadirkan versi naik level.
Dwi Astarini - Minggu, 23 Agustus 2026
Dari 'Baby Shark' ke 'WAVE', Baby Shark Boy Memulai Babak Baru
ShowBiz
Lewat 'SPICE', BRIE Ajak Pendengar Berani Tampil Tanpa Kompromi
Lagu ini menjadi medium bagi BRIE untuk tampil tanpa kompromi sekaligus mengajak pendengar berani menunjukkan jati diri.
Dwi Astarini - Minggu, 23 Agustus 2026
Lewat 'SPICE', BRIE Ajak Pendengar Berani Tampil Tanpa Kompromi
ShowBiz
Minimalis tapi Intim, Matt Maltese Buka Malam Pertama LaLaLa Festival 2026
Panggung yang besar justru terasa seperti ruang kecil ketika Maltese mulai memainkan nada-nada pembuka.
Dwi Astarini - Sabtu, 22 Agustus 2026
Minimalis tapi Intim, Matt Maltese Buka Malam Pertama LaLaLa Festival 2026
ShowBiz
'Melankolia Radikal', Album Kedua Dongker dengan Artwork Agan Harahap
Artwork tersebut menampilkan potret seorang pemuda yang secara visual mengingatkan pada sosok Presiden Ketujuh RI Joko Widodo atau Jokowi.
Dwi Astarini - Sabtu, 22 Agustus 2026
'Melankolia Radikal', Album Kedua Dongker dengan Artwork Agan Harahap
ShowBiz
Mengenang 'Reality', Soundtrack Romantis 'La Boum' yang tak Lekang Waktu
Kehadirannya sebagai soundtrack membuat Reality kemudian dikenal luas sebagai lagu romantis dengan atmosfer nostalgia yang kuat.
Dwi Astarini - Sabtu, 22 Agustus 2026
Mengenang 'Reality', Soundtrack Romantis 'La Boum' yang tak Lekang Waktu
ShowBiz
'Aku yang Tak Berharga', Kisah ALYSSAZA Menemukan kembali Harga Diri
Melalui lagu ini, ALYSSAZA ingin menyampaikan tidak selamanya rasa tidak cukup berasal dari diri sendiri.
Dwi Astarini - Sabtu, 22 Agustus 2026
'Aku yang Tak Berharga', Kisah ALYSSAZA Menemukan kembali Harga Diri
Bagikan