Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

KPK Belum Tahu Peran Tim Gabungan Kasus Novel

Zulfikar Sy - Selasa, 01 Agustus 2017

MerahPutih.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Laode M Syarif menegaskan bahwa KPK dan Polri belum secara resmi membentuk tim gabungan untuk menangani kasus teror terhadap penyidik seniornya Novel Baswedan.

Pasalnya, menurut dia, KPK belum mengetahui pembagian tugas dan fungsi dari tim yang digagas Kapolri Jenderal Tito Karnavian tersebut.

"KPK belum membentuk tim gabungan. KPK belum mengetahui peran yang akan dilakukan dalam tim gabungan tersebut," ujar Laode melalui pesan singkat, Selasa (1/8).

Laode mengungkapkan, pihaknya masih menunggu perkembangan terakhir dari Polri mengenai perkembangan kasus penyiraman air keras terhadap Novel.

"Kami menunggu dulu update terakhir dari Polri soal perkembangan kasus Mas Novel. Karena sampai hari ini kami belum dapat update terakhir dari tim Polda," jelasnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan pihaknya tidak membuat Tim Pencari Fakta (TPF) untuk menyelesaikan kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan, melainkan membentuk tim gabungan Polri-KPK. Polri juga tengah memburu seorang lelaki yang dicurigai terlibat.

"TPF itu tidak pro justitia, artinya hasilnya tidak bisa langsung dijadikan barang bukti penyidikan dan dibawa ke pengadilan. Tim (gabungan KPK-Polri) ini tim investigasi, lebih dalam lagi, masuk ke data mentah bukan superficial (permukaan)," kata Kapolri Jendral Tito Karnavian di Kantor Presiden, Senin (31/07), usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo.

Tito menyatakan, dalam pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam, Presiden Joko Widodo memintanya untuk menuntaskan kasus Novel sesegera mungkin.

Dan, TPF independen yang melibatkan unsur masyarakat dianggap sejumlah pegiat antikorupsi sebagai salah satu solusi untuk menyelesaikan kasus penyiraman air keras ke wajah penyidik KPK Novel Baswedan, yang belum mendapat titik terang, bahkan hampir empat bulan setelah kejadian.

"Saya pikir kita cukup percayakan kepada institusi KPK juga. Karena teman-teman KPK cukup kredibel. Selama ini tim Polri bekerja. Oke, kalau dianggap kurang kredibel. Tapi saya kira tim KPK dipercaya publik, jadi mengapa tidak digabungkan saja tim Polri dan KPK," tegasnya. (Pon)

Baca juga berita lainnya dalam artikel: Instruksi Jokowi Sinyal Baik Penuntasan Kasus Teror Novel Baswedan

Baca Artikel Asli