Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Keraton Surakarta Beri Gelar Bangsawan Kanjeng Mas Ayu, Risma: Saya Takut

Zulfikar Sy - Jumat, 06 Maret 2020

MerahPutih.com - Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat memberikan gelar bangsawan Kanjeng Mas Ayu kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Juru bicara Keraton Surakarta Kanjeng Raden Mas Panji Kusumo Wicitro mengatakan, pemberian gelar bangsawan tersebut tertuang dalam Surat Putusan Nomor PB XIII.A 3.001.2020, Wali Kota Surabaya, Risma mendapat gelar kehormatan Kanjeng Mas Ayu Dr (HC) Ir. Tri Rimaharini Kelaswari, M.T.

Baca Juga:

Lebaran Kedua, Wisatawan Ikut Berebut Gunungan Grebeg Syawal Keraton Surakarta

Pemberian gelar dilakukan langsung oleh Raja Keraton Kasunanan Surakarta SISKS Pakubuwono (PB) XIII di Sasana Sewaka.

"Wali Kota Surabaya resmi menyandang gelar bangsawan. Setelah resmi dapat gelar ini dianggap sebagai keluarga kerajaan," kata Panji kepada merahputih.com, Kamis (5/3).

Raja Keraton Kasunanan Surakarta SISKS Pakubuwono (PB) XIII. (MP/Ismail)
Raja Keraton Kasunanan Surakarta SISKS Pakubuwono (PB) XIII. (MP/Ismail)

Ia mengatakan, alasan PB XIII memberikan gelar bangsawan pada Wali Kota Surabaya karena diaggap berprestasi dalam membangun Kota Surabaya. Terkait nama belakang dan pangkat yang diberikan, kata dia, semua rahasia Sinuhun atau PB XIII.

"Raja Keraton Kasunanan Surakarta pastinya tidak sembarangan dalam memberikan gelar tersebut," kata dia.

Wali Kota Surabaya Risma mengaku tidak menyangka dapat penghargaan ini. Ia menegaskan dalam bekerja sangat tulus melayani rakyat.

"Saya sangat senang dapat penghargaan dari Raja Keraton Surakarta. Enggak pernah mimpi dan enggak pernah membayangkan," kata Risma.

Baca Juga:

Tetabuhan Gemelan Keramat Keraton Surakarta Tandai Permulaan Ritual Sekaten

Setelah mendapatkan penghargaan ini, kata dia, harus lebih menjaga sikap. Risma mengatakan, awalnya merasa tidak pantas mendapatkan gelar bangsawan ini. Namun, dari Keraton Surakarta terus menghubunginya agar datang ke Solo untuk menerima gelar bangsawan.

"Saya sebagai orang Jawa Timur dikenal keras, sekarang harus menjaga sikap. Sudah dapat gelar Kanjeng Mas Ayu, tapi polahe (sikapnya) pencilakan (tidak sopan), jadi saya ya wedi (takut)," tutup dia. (Ism)

Baca Juga:

Keraton Surakarta Peringati Malam Lailatulkadar dengan Kirab Tumpeng dan Lampu Lampion

Baca Artikel Asli