Merahputih.com - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon menegaskan proses revitalisasi Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat akan dilanjutkan secara bertahap, tahun ini dan tahun depan. Hal itu didasari perintah langsung Presiden Prabowo Subianto.
“Kementerian Kebudayaan melalui Dirjen Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi, pada tahun ini akan melaksanakan revitalisasi keraton, istana, museum-museum yang ada di Indonesia. Salah satu yang utama tentu saja yang terbesar ialah Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat ini,” kata Fadli usai Halal Bihalal di Keraton Surakarta digelar Pelaksana Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Kangjeng Gusti Pangeran Haryo Panembahan Agung (KGPH PA) Tedjowulan di Sasana Handrawina, Kamis (26/3).
Fadli Zon menegaskan, revitalisasi keraton, termasuk Keraton Kasunanan Surakarta merupakan penugasan yang diberikan Presiden Prabowo Subianto kepadanya. Karena itu revitalisasi akan terus dilakukan.
“Beliau menugaskan kami untuk melakukan revitalisasi keraton, tahun ini kita laksanakan. Keraton Surakarta sudah menjadi kawasan cagar budaya peringkat nasional sejak tahun 2017 lalu,” ucap dia.
Baca juga:
Fadli Zon Dorong Seni Rupa Kertas Indonesia Tembus Panggung Global
Atas dasar itu, kata dia, ketentuan-ketentuan yang terkait dengan undang-undang cagar budaya berlaku di dalamnya. Termasuk upaya-upaya untuk menjaga merawat melindungi dan juga hal-hal yang sangat penting terkait.
“Revitalisasi Keraton Surakarta perlu dilakukan lantaran salah satu trah Mataram Islam tersebut merupakan paku bumi kebudayaan Jawa dan banyak peristiwa sejarah, budaya dan bangunan peradaban Jawa yang ada di keraton yang masih membutuhkan perbaikan,” tegasnya.
Ia menambahkan pada 2025 sudah berhasil merevitalisasi salah satu bangunan penting yaitu Panggung Songgo Buwono dan museum keraton baru 20 persen. Tahun ini akan segera revitalisasinya dan juga bangunan-bangunan lain secara bertahap.
Pelaksana Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, KGPH PA Agung Tedjowulan mengatakan pihaknya memiliki rencana untuk membuat program kerja tahun 2026 ini. Program kerja tersebut menyangkut situasi kondisi saat ini dan mungkin lima tahun ke depan seperti apa.
“Juga tentunya terkait pertanggungjawaban semua dana-dana hibah masuk Keraton Solo yang masuk dan sudah digunakan selama ini,” pungkasnya. (Ismail/Jawa Tengah)

