MerahPutih.com - Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat membuka kesempatan bagi masyarakat untuk ikut serta dalam Kirab Pusaka Malam 1 Suro. Namun, partisipasi warga harus tetap mengikuti aturan adat yang berlaku.
Baca juga:
Kirab Pusaka Malam 1 Suro, Keraton Solo Keluarkan 5 Kerbau Kyai Slamet
Pengageng Sasana Wilapa PB XIV Purbaya, GKR Panembahan Timoer Rumbay, menegaskan pelaksanaan kirab pusaka harus berdasarkan dhawuh dalem atau titah Raja Keraton Solo.
Acara-acara yang digelar di Keraton Surakarta itu berdasarkan dhawuh dalem,
GKR Panembahan Timoer Rumbay
Dua Kubu, Satu Rute
GKR Timoer menyampaikan pihaknya terbuka jika kubu KGPH Panembahan Agung Tedjowulan juga ingin menggelar kirab bersama.
“Kalau mereka ingin bersama-sama dengan kita sesuai dhawuh dalem PB XIV, monggo,” imbuhnya, kepada media, Rabu (10/6).
Baca juga:
Namun, dia berharap tidak terjadi gesekan saat kedua kubu bertemu di rute kirab, mengingat pusaka dan kebo bule sebagai cucuk lampah yang digunakan sama.
Rutenya sama, kebo bulenya sama, tempat keluarnya pusaka juga sama. Jadi pasti bertemu. Saya berharap tidak ada gesekan karena kami hanya menjalankan sesuai paugeran dan dhawuh Raja,
GKR Panembahan Timoer Rumbay
Imbauan Hormati Adat
Perwakilan kubu PB XIV Purbaya itu juga menekankan pentingnya menghormati jalannya kirab pusaka malam 1 Suro kepada semua pihak yang terlibat dalam rangkaian upacara sakral.
Kalau sampai terjadi gesekan berarti mereka tidak menghormati upacara ini,
GKR Panembahan Timoer Rumbay
Sementara itu, juru bicara kubu Tedjowulan, Kanjeng Pakoenegoro, menyampaikan kubunya juga akan menggelar Kirab Pusaka Malam 1 Suro Tahun Be 1960/2026 pada Selasa (16/6) malam.
“Kirabnya Selasa malam tanggal 16 Juni. Tahun baru Muharramnya itu Rabunya,” ungkap Kanjeng Pakoenegoro, kepada media di Solo, Kamis (4/6) pekan lalu. (Ismail/Jawa Tengah)