Merahputih.com - Laga pembuka Grup B Piala Dunia 2026 menyajikan drama sarat aroma balas dendam masa lalu, mempertemukan sang jawara Asia, Qatar, melawan kekuatan tangguh Eropa, Swiss.
Sejarah mencatat kedua negara baru bersua satu kali, namun memori manis November 2018 di Lugano masih membekas nyata dalam benak publik Doha.
Baca juga:
Prediksi Brasil Vs Maroko: Raksasa Juara 5 Kali Piala Dunia Waspadai Terkaman Singa Atlas
Kala itu, gol tunggal penyerang tajam Akram Afif menit ke-86 sukses membawa Qatar mempermalukan tuan rumah Swiss dengan skor tipis 1-0.
Kini, penyerang berusia 29 tahun tersebut kembali masuk daftar skuad pilihan pelatih Julen Lopetegui demi mengulang keajaiban serupa.
Reuni Veteran 2018 dan Prediksi Superkomputer Opta
Pertandingan pembuka ini menjadi panggung reuni bagi para pemain veteran laga persahabatan delapan tahun silam.
Julen Lopetegui membawa serta rombongan alumni kemenangan Lugano guna mempertebal mental bertanding tim.
Sebaliknya, kubu Swiss juga menyertakan barisan pemain berpengalaman guna menuntaskan rasa penasaran mereka.
Data kekuatan serta simulasi pertandingan kedua tim:
-
Jumlah Pertemuan Sejarah: Kedua tim baru bertemu satu kali sepanjang sejarah sepak bola profesional.
-
Alumni Skuad Qatar 2018: Tersedia 9 pemain jebolan tim pemenang 2018 dalam skuad Piala Dunia 2026.
-
Alumni Skuad Swiss 2018: Tersedia 7 pemain penyintas kekalahan 2018, termasuk kapten Granit Xhaka dan Remo Freuler.
-
Peluang Kemenangan Swiss: Hasil simulasi superkomputer menempatkan Swiss sebagai unggulan utama dengan persentase 76,0 persen.
-
Peluang Kemenangan Qatar: Probabilitas kemenangan Qatar berada pada angka sangat rendah, hanya 9,1 persen.
-
Peluang Hasil Imbang: Simulasi menunjukkan potensi pertandingan berakhir seri sebesar 14,9 persen.
Target Realistis Julen Lopetegui
Meski kedua negara mengalami penurunan performa selama fase kualifikasi, komparasi kekuatan versi teknologi tetap menempatkan Swiss sebagai favorit pemenang.
Baca juga:
Berdasarkan 25.000 simulasi pra-pertandingan oleh superkomputer Opta, Rossocrociati diprediksi mengamankan tiga poin perdana secara mudah.
Melihat kalkulasi statistik tersebut, hasil imbang tampaknya menjadi target paling realistis bagi sang arsitek asal Spanyol, Julen Lopetegui. Meraih satu poin dari laga perdana kontra raksasa Eropa sudah cukup menjaga asa lolos fase grup.
Prakiraan Formasi
Qatar
Barsham; Al-Oui, Pedro Miguel, Khoukhi, Hommam Al Amin; Madibo, Fathy, Jassem Gaber; Afif, Edmilson, Almoez Ali.
Swiss
Kobel; Widmer, Akanji, Elvedi, Rodriguez; Xhaka, Freuler; Ndoye, Rieder, Vargas; Embolo.