Keraton Surakarta Beri Gelar Bangsawan Kanjeng Mas Ayu, Risma: Saya Takut

Zulfikar SyZulfikar Sy - Jumat, 06 Maret 2020
Keraton Surakarta Beri Gelar Bangsawan Kanjeng Mas Ayu, Risma: Saya Takut

Keraton Kasunanan Surakarta memberikan gelar bangsawan kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Kamis (5/3). (MP/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat memberikan gelar bangsawan Kanjeng Mas Ayu kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Juru bicara Keraton Surakarta Kanjeng Raden Mas Panji Kusumo Wicitro mengatakan, pemberian gelar bangsawan tersebut tertuang dalam Surat Putusan Nomor PB XIII.A 3.001.2020, Wali Kota Surabaya, Risma mendapat gelar kehormatan Kanjeng Mas Ayu Dr (HC) Ir. Tri Rimaharini Kelaswari, M.T.

Baca Juga:

Lebaran Kedua, Wisatawan Ikut Berebut Gunungan Grebeg Syawal Keraton Surakarta

Pemberian gelar dilakukan langsung oleh Raja Keraton Kasunanan Surakarta SISKS Pakubuwono (PB) XIII di Sasana Sewaka.

"Wali Kota Surabaya resmi menyandang gelar bangsawan. Setelah resmi dapat gelar ini dianggap sebagai keluarga kerajaan," kata Panji kepada merahputih.com, Kamis (5/3).

Raja Keraton Kasunanan Surakarta SISKS Pakubuwono (PB) XIII. (MP/Ismail)
Raja Keraton Kasunanan Surakarta SISKS Pakubuwono (PB) XIII. (MP/Ismail)

Ia mengatakan, alasan PB XIII memberikan gelar bangsawan pada Wali Kota Surabaya karena diaggap berprestasi dalam membangun Kota Surabaya. Terkait nama belakang dan pangkat yang diberikan, kata dia, semua rahasia Sinuhun atau PB XIII.

"Raja Keraton Kasunanan Surakarta pastinya tidak sembarangan dalam memberikan gelar tersebut," kata dia.

Wali Kota Surabaya Risma mengaku tidak menyangka dapat penghargaan ini. Ia menegaskan dalam bekerja sangat tulus melayani rakyat.

"Saya sangat senang dapat penghargaan dari Raja Keraton Surakarta. Enggak pernah mimpi dan enggak pernah membayangkan," kata Risma.

Baca Juga:

Tetabuhan Gemelan Keramat Keraton Surakarta Tandai Permulaan Ritual Sekaten

Setelah mendapatkan penghargaan ini, kata dia, harus lebih menjaga sikap. Risma mengatakan, awalnya merasa tidak pantas mendapatkan gelar bangsawan ini. Namun, dari Keraton Surakarta terus menghubunginya agar datang ke Solo untuk menerima gelar bangsawan.

"Saya sebagai orang Jawa Timur dikenal keras, sekarang harus menjaga sikap. Sudah dapat gelar Kanjeng Mas Ayu, tapi polahe (sikapnya) pencilakan (tidak sopan), jadi saya ya wedi (takut)," tutup dia. (Ism)

Baca Juga:

Keraton Surakarta Peringati Malam Lailatulkadar dengan Kirab Tumpeng dan Lampu Lampion

#Kasunanan Surakarta #Tri Rismaharini
Bagikan
Ditulis Oleh

Zulfikar Sy

Tukang sihir

Berita Terkait

Indonesia
Datangi Keraton Solo, Fadli Zon Tegaskan Revitalisasi Sesuai Mandat Presiden
Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon menegaskan proses revitalisasi Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat akan dilanjutkan secara bertahap
Frengky Aruan - Jumat, 27 Maret 2026
Datangi Keraton Solo, Fadli Zon Tegaskan Revitalisasi Sesuai Mandat Presiden
Indonesia
PB XIV Fokus Pelestarian Budaya di Era Modern, Terima Kunjungan Akademisi dan Tamu Internasional
PB XIV terima kedatangan akademisi dan tamu Korea Selatan. Bahas pelestarian budaya, digitalisasi manuskrip, serta regenerasi Abdi Dalem di Keraton Surakarta.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 18 November 2025
PB XIV Fokus Pelestarian Budaya di Era Modern, Terima Kunjungan Akademisi dan Tamu Internasional
Indonesia
Suksesi Keraton Solo Memanas, Maha Menteri Tedjowulan: Penobatan Purbaya dan Mangkubumi Belum Sah
KGPA Tedjowulan menegaskan penobatan Purbaya maupun Mangkubumi sebagai PB XIV belum sah. Akui tidak tahu menahu soal pengukuhan
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 14 November 2025
Suksesi Keraton Solo Memanas, Maha Menteri Tedjowulan: Penobatan Purbaya dan Mangkubumi Belum Sah
Indonesia
Mangkubumi Dinobatkan PB XIV, GKR Timoer: Penobatan Cacat Hukum, Jumenengan Purbaya Tetap Jalan
Putri sulung PB XIII menilai penobatan Gusti Mangkubumi sebagai PB XIV cacat hukum dan menyebut Keraton Solo seolah dipecah belah kembali.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 14 November 2025
Mangkubumi Dinobatkan PB XIV, GKR Timoer: Penobatan Cacat Hukum, Jumenengan Purbaya Tetap Jalan
Indonesia
Kapolri Listyo Sigit Melayat dan Doakan PB XIII di Keraton Surakarta, Siap Bantu Pengamanan Prosesi Pemakaman
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melayat dan mendoakan PB XIII di Keraton Surakarta. Polri siap mengamankan seluruh prosesi pemakaman raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 04 November 2025
Kapolri Listyo Sigit Melayat dan Doakan PB XIII di Keraton Surakarta, Siap Bantu Pengamanan Prosesi Pemakaman
Indonesia
Jokowi Melayat Paku Buwono XIII, Doakan Jenazah dan Sampaikan Duka Cita
"Saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Sinuhun (PB XIII, karena beliau sudah beberapa bulan terakhir ini sakit," ujar Jokowi, Minggu (2/11)
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 03 November 2025
Jokowi Melayat Paku Buwono XIII, Doakan Jenazah dan Sampaikan Duka Cita
Lifestyle
Keraton Surakarta Gelar Kirab Pusaka Malam 1 Suro, Simak Waktu dan Jalurnya
Menjelang pergantian Tahun Baru Jawa 1 Sura 1959 Dal, Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat kembali menyelenggarakan tradisi budaya yang sarat makna spiritual Kirab Pusaka Malam 1 Suro.
ImanK - Rabu, 25 Juni 2025
Keraton Surakarta Gelar Kirab Pusaka Malam 1 Suro, Simak Waktu dan Jalurnya
Indonesia
5.000 Peserta Bakal Ikut Kirab Pusaka Malam 1 Suro Keraton Surakarta
Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menggelar berbagai kegiatan adat pada bulan Suro.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 23 Juni 2025
5.000 Peserta Bakal Ikut Kirab Pusaka Malam 1 Suro Keraton Surakarta
Indonesia
Masjid Agung Surakarta Potong Sapi Milik Prabowo Berbobot 1,019 Ton dan Pemberian Gibran dengan Berat 980 Kg
Masjid Agung pada Idul Adha 2025 menerima delapan sapi, dan tujuh ekor kambing termasuk dari Gubernur Jateng Achmad Luthfi.
Frengky Aruan - Sabtu, 07 Juni 2025
Masjid Agung Surakarta Potong Sapi Milik Prabowo Berbobot 1,019 Ton dan Pemberian Gibran dengan Berat 980 Kg
Indonesia
Cegah Banjir, Petugas Bongkar Paksa Belasan Bangunan tak Berizin di Atas Drainase
Sedikitnya ada 15-20 bangunan tak berizin yang ada di Jalan Tentara Pelajar.
Dwi Astarini - Selasa, 29 April 2025
 Cegah Banjir, Petugas Bongkar Paksa Belasan Bangunan tak Berizin di Atas Drainase
Bagikan