Grown spurt adalah fase yang akan dilalui hampir semua bayi. Di masa itu, sang ibu harus ekstra bekerja keras untuk memberi asupan gizi ke buah hati yang lebih. Grown spurt sendiri adalah fase dimana masa pertumbuhan bayi lebih cepat dari biasanya. Rata-rata terjadi antara 3 bulan sampai satu tahun
Jika kamu tak mengetahui si kecil, pasti akan kebingungan. Karena di saat itu ada beberapa prilaku buah hati yang berbeda dari sebelum atau setelah grown spurt. Berdasarkan dari laman alodokter, terdapat tiga tanda yang umum sering terjadi. Apa saja itu?
Baca juga:
Tips dan Trik Agar Anak Mau Melahap Menu Sehat di Meja Makan
1. Meningkatnya frekuensi menyusu
Seiring bertambahnya usia, si kecil akan mengalami pertumbuhan, secara perlahan. Baik fisik maupun non fisik (mental). Salah satunya frekuensi menyusu. Bayi yang beranjak dewasa akan mengalami peningkatan nafsu menyusu.
Kalau biasanya menyusu sekitar delapan kali dalam sehari, saat growth spurt berubah jadi 12 hingga 14 kali per hari. Tak hanya frekuensi menyusu bertambah, jadwal rutinitas menyusui juga berubah.
Untuk mencukupi asupan si kecil, kamu harus siap menyusui kapanpun, di manapun dan sebanyak apapun. Tapi kamu tak perlu khawatir. Penting untuk mendukung asupan ASI si kecil. Kamu hanya harus banyak mengonsumsi makanan dan minuman pendukung ASI. Untuk bayi yang minum susu formula, siapkan botol ekstra.
2. Tambah rewel
Tak hanya mengalami peningkatan dalam jumlah yang dikonsumsi, si kecil juga menunjukkan tanda-tanda lainnya seperti gelisah, ingin selalu berdekatan dengan ibunya dan terkadang menjadi rewel.
Risikonya si kecil meminta digendong sepanjang waktu dan menangis saat ditaruh. Bahkan, ada bayi yang terlihat berlebihan. Misalkan, terlihat sangat lapar saat melihat payudara ibunya.
Baca juga:
Meski belum diketahui secara pasti, perubahan perilaku bisa membuat si kecil kelelahan. Selain itu, perubahan perilaku juga memungkinkan si kecil menuju perkembangan tertentu. Di antaranya, belajar berguling, merangkak atau berjalan.
3. Perubahan pola tidur
Terjadi sebelum dan selama lonjakan tumbuh kembang anak. Biasanya, si kecil mengalami perubahan pola tidur. Ditandai perilaku yang mudah mengantuk, atau tidur lebih lama dari biasanya. Selama growth spurt, ada penelitian yang menunjukkan jam tidur seorang bayi hingga 4,5 jam lebih lama dari kesehariannya.
Saat tertidur lelap, otak akan memproduksi hormon pertumbuhan atau human growth hormone (HGH) yang mendukung masa tumbuh kembang si kecil. Meski begitu, ada pula yang sebaliknya. Jam tidurnya lebih sedikit saat growth spurt. Tak perlu khawatir, ini hal normal. (Dys)
Baca juga: