Gempa 5,5 Guncang Selat Sunda Saat Status Anak Krakatau Naik Siaga III, Ini Pemicunya!

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Rabu, 08 Juli 2026
Gempa 5,5 Guncang Selat Sunda Saat Status Anak Krakatau Naik Siaga III, Ini Pemicunya!

Gunung Anak Krakatau yang berada diperairan selat sunda Lampung Selatan. (ANTARA/HO/Warga)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,5 mengguncang wilayah Selat Sunda, Rabu (8/7) dini hari, namun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan tidak berpotensi memicu tsunami.

Baca juga:

Gunung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III, Radius 5 Kilometer Wajib Steril Dari Wisatawan dan Nelayan

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan gempa terjadi akibat aktivitas subduksi lempeng dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Gempa bumi memiliki kedalaman pusat 43 kilometer. Hasil pemodelan tidak menunjukkan adanya potensi tsunami,

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, di Jakarta, Rabu (8/7).

Episenter Gempa dan Dampak Guncangan

Episenter gempa berada di koordinat 6,83° LS dan 105,04° BT, atau 62 kilometer barat daya Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten.

BMKG mencatat guncangan dirasakan di Kecamatan Sumur, sejumlah wilayah Pandeglang, hingga Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dengan intensitas III-IV MMI.

Baca juga:

Warga Dilarang Dekati Kawah Aktif Gunung Anak Krakatau

Skala IV MMI menunjukkan guncangan dirasakan banyak orang di dalam rumah, beberapa di luar rumah, hingga menyebabkan gerabah pecah dan pintu berderik. Dilansir Antara, skala III MMI terasa seperti getaran truk besar yang melintas.

Gempa di Tengah Aktivitas Gunung Anak Krakatau

Gempa terjadi di saat Gunung Anak Krakatau juga menunjukkan aktivitas vulkanik. Sejak Jumat (3/7) pekan lalu, status Gunung Api yang berada di perairan Selat Sunda itu yang semula berada pada Level II (Waspada) kini melonjak naik menjadi Level III (Siaga).

Namun, BMKG menegaskan tidak ada kaitan langsung antara gempa tektonik di Selat Sunda dengan aktivitas vulkanik gunung tersebut.

Baca juga:

Erupsi Gunung Anak Krakatau: Abu Terlontar Setinggi 1.000 Meter dari Puncak

Sejak pukul 03.05 WIB, BMKG memastikan tidak ada tanda-tanda gempa susulan. BMKG juga mengingatkan warga di sekitar lokasi gempa untuk memeriksa kondisi rumah masing-masing dan menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat guncangan demi keselamatan.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto.

(*)

#Perairan Selat Sunda #Gunung Anak Krakatau #BMKG
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Gempa M 5,2 Kembali Guncang Ruteng Manggarai Pagi Ini, BMKG Minta Warga Waspada
Gempa bumi magnitudo 5,2 guncang Ruteng, Manggarai, NTT hari ini. BMKG imbau warga waspada gempa susulan setelah catat ribuan getaran
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 22 Agustus 2026
Gempa M 5,2 Kembali Guncang Ruteng Manggarai Pagi Ini, BMKG Minta Warga Waspada
Indonesia
BNPB dan BMKG Cari Potensi Awan Hujan Buat OMC Padamkan Karhutla di Sumatera dan Kalimantan
Masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi selama musim kemarau, khususnya karhutla.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 21 Agustus 2026
BNPB dan BMKG Cari Potensi Awan Hujan Buat OMC Padamkan Karhutla di Sumatera dan Kalimantan
Indonesia
Ancaman Cuaca Ekstrem Mengintai Kota-Kota di Indonesia, BMKG Peringatkan Bahaya Karhutla dan Potensi Angin Kencang
Peningkatan suhu udara pada siang hari memicu risiko dehidrasi serta kelelahan fisik bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 21 Agustus 2026
Ancaman Cuaca Ekstrem Mengintai Kota-Kota di Indonesia, BMKG Peringatkan Bahaya Karhutla dan Potensi Angin Kencang
Indonesia
TNI AL Kirim 217 Personel Bantu Mengobati dan Pemulihan Korban Gempa NTT
BMKG mencatat hingga Jumat (21/8) pukul 05.00 WIB telah terjadi 4.256 gempa susulan setelah gempa utama pada Sabtu (15/8).
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 21 Agustus 2026
TNI AL Kirim 217 Personel Bantu Mengobati dan Pemulihan Korban Gempa NTT
Indonesia
Penanganan Karhutla Kalimantan Makin Intensif, 12.880 Personel Gabungan Dikerahkan di Tiga Provinsi
Pemerintah memperkuat operasi terpadu penanganan karhutla di Kalimantan. Sebanyak 12.880 personel gabungan dikerahkan di tiga provinsi prioritas.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 21 Agustus 2026
Penanganan Karhutla Kalimantan Makin Intensif, 12.880 Personel Gabungan Dikerahkan di Tiga Provinsi
Indonesia
BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem, Siklon Tropis Saudel Ancam Sejumlah Wilayah Indonesia
BMKG mengungkap keberadaan Siklon Tropis Saudel di Samudra Pasifik sebelah timur laut Papua yang berpotensi memicu peningkatan pertumbuhan awan hujan.
Frengky Aruan - Jumat, 21 Agustus 2026
BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem, Siklon Tropis Saudel Ancam Sejumlah Wilayah Indonesia
Indonesia
Prakiraan Cuaca DKI Jakarta Jumat 21 Agustus 2026: Pagi Cerah Ceria, Sore Hari Berpotensi Basah
Memasuki siang hari, cakupan awan mulai tebal di seluruh sudut wilayah Ibu Kota
Angga Yudha Pratama - Jumat, 21 Agustus 2026
Prakiraan Cuaca DKI Jakarta Jumat 21 Agustus 2026: Pagi Cerah Ceria, Sore Hari Berpotensi Basah
Indonesia
3.002 Gempa Susulan Guncang NTT, BMKG Ungkap Kapan Aktivitas Diperkirakan Menurun
BMKG mencatat 3.002 gempa susulan mengguncang NTT sejak 15-19 Agustus 2026. Sebanyak 86 gempa dirasakan warga dan 25 bermagnitudo 5 atau lebih.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 20 Agustus 2026
3.002 Gempa Susulan Guncang NTT, BMKG Ungkap Kapan Aktivitas Diperkirakan Menurun
Indonesia
Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 21-24 Agustus 2026: Kota-Kota Ini Diprediksi Diguyur Hujan Lebat Hingga Diterjang Angin Kencang
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap lonjakan intensitas hujan sedang hingga lebat
Angga Yudha Pratama - Kamis, 20 Agustus 2026
Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 21-24 Agustus 2026: Kota-Kota Ini Diprediksi Diguyur Hujan Lebat Hingga Diterjang Angin Kencang
Indonesia
2 Ribu Lebih Gempa Susulan Terjadi di Flores NTT, BMKG: Akan Berlangsung sampai 4 Pekan Kedepan
Hal ini seperti disampaikan Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto
Frengky Aruan - Kamis, 20 Agustus 2026
2 Ribu Lebih Gempa Susulan Terjadi di Flores NTT, BMKG: Akan Berlangsung sampai 4 Pekan Kedepan
Bagikan