Merahputih.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) membawa kabar kurang sedap mengenai dinamika atmosfer. Diprediksi, musim kemarau 2026 akan jauh lebih menyengat.
Indeks El Niño-Southern Oscillation (ENSO) hingga pertengahan Mei telah melewati batasan netral selama lima dasarian berturut-turut.
Baca juga:
Modifikasi Cuaca Belum Bisa Jadi Solusi Kebakaran TPA Jatiwaringi, BMKG Buka-bukaan Alasannya!
Fenomena ini memicu lonjakan suhu permukaan laut menjadi penanda utama pergeseran iklim menuju fase kering merata.
Peluang terjadi El Niño dengan intensitas lemah adalah sebesar 100 persen,
tulis rilis resmi BMKG.
Ancaman El Nino dan Monsun Australia
Kondisi alam tahun ini kian mengkhawatirkan akibat pergerakan angin kering dari wilayah selatan khatulistiwa.
Monsun Australia diprediksi terus aktif setidaknya hingga akhir Desember dengan kekuatan menyamai kondisi normalnya.

Kombinasi dua fenomena global ini mempercepat datangnya hari-hari tanpa hujan di sebagian besar wilayah kepulauan.
Rincian data lengkap zona musim (ZOM) terdampak kekeringan menurut prediksi lembaga meteorologi nasional:
-
Peluang Intensitas El Nino: Probabilitas intensitas lemah mencapai 100 persen, intensitas moderat 98 persen, serta intensitas kuat menyentuh 62 persen.
-
Awal Musim Kemarau Juni: Meliputi sebanyak 198 ZOM atau mencakup 31,60 persen luas daratan Indonesia.
-
Awal Musim Kemarau Juli: Meliputi sebanyak 66 ZOM atau setara 7,28 persen luas daratan Indonesia.
-
Kemajuan Awal Musim: Maju lebih cepat dari normalnya pada 308 ZOM, mencakup 39,77 persen wilayah daratan.
-
Sifat Hujan Kemarau: Kategori Bawah Normal atau lebih kering dari biasanya melanda 482 ZOM, mencakup 56,18 persen luas daratan.
Puncak dan Durasi Kemarau Lebih Panjang
Pemerintah daerah serta sektor pertanian perlu mengantisipasi dampak terburuk saat memasuki kuartal ketiga tahun ini.
Sebagian besar wilayah daratan akan mengalami titik terkering pertengahan tahun, menuntut manajemen air secara ketat sejak dini.
Puncak musim kemarau sebagian besar terjadi pada Agustus mendatang, meliputi 369 ZOM atau mencakup 48,84 persen luas daratan.
Baca juga:
BMKG Peringatkan Sejumlah Daerah di Indonesia Hujan Deras dengan Petir dan Angin Kencang Hari Ini
Jika membandingkannya dengan catatan klimatologis, puncak musim umumnya sama terhadap normalnya di 377 ZOM.
Perjalanan masa kering ini diprediksi berlangsung selama 10 hingga 21 dasarian pada 388 ZOM. Durasi kemarau secara umum menjadi lebih panjang dari kondisi normalnya pada 437 ZOM, mengancam ketersediaan air bersih cadangan.