Merahputih.com - Laga Argentina vs Mesir akan menjadi kesempatan bagi Lionel Messi menujukkan magis di lapangan hijau.
Sinar kebintangan pria 39 tahun tersebut menyala terang usai mencetak gol pembuka kontra Tanjung Verde di babak 32 besar lalu.
Keberhasilan mencetak total tujuh gol sepanjang turnamen edisi Amerika Utara ini menyamai torehan bomber Prancis, Kylian Mbappe, serta striker Norwegia, Erling Haaland.
Baca juga:
Argentina vs Mesir: Lionel Mess Diambang Pecah Rekor, Badai Cedera Bayangi Skuad Albiceleste
Kini, target baru membentang depan mata megabintang pemilik nomor punggung sepuluh tersebut demi menyamai rekor legendaris internal negara. Lionel Messi membidik catatan delapan gol milik Guillermo Stabile pada Piala Dunia 1930 silam.
“Menit akhir laga kemarin, pergantian pemain habis, beberapa pilar mengalami kram, kami harus bertahan layaknya kucing terpojok,” ujar Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, mengenang kemenangan dramatis 3-2 atas Tanjung Verde.
Krisis Kebugaran Hantui Skuad Albiceleste
Jadwal padat serta cuaca panas Miami menyisakan problem kelelahan akut bagi armada Lionel Scaloni menjelang laga krusial ini.
Tim medis bergerak cepat memulihkan kondisi fisik Facundo Medina akibat kram parah laga sebelumnya. Sektor tengah dan sayap juga mengkhawatirkan menyusul cedera pergelangan kaki Nicolas Gonzalez serta penurunan stamina Enzo Fernandez.

Berikut rincian data penting serta statistik kekuatan kedua tim menjelang laga hidup mati:
-
Konsistensi Gol Argentina: Mencetak minimal dua gol dalam 10 pertandingan terakhir Piala Dunia secara beruntun.
-
Rekor Pertemuan Historis: Menang delapan kali berturut-turut melawan wakil Afrika sepanjang sejarah keikutsertaan Piala Dunia.
-
Rapuhnya Pertahanan Mesir: Kebobolan sembilan kali sepanjang enam laga terakhir turnamen tingkat dunia.
-
Produktivitas Serangan Mesir: Memasukkan delapan gol dalam enam pertandingan internasional terakhir.
-
Peluang Menang Opta: Simulasi superkomputer mengunggulkan Argentina menang waktu normal sebesar 69,1 persen, berbanding 12,3 persen milik Mesir.
-
Potensi Hasil Imbang: Kemungkinan laga berlanjut menuju babak perpanjangan waktu menyentuh angka 18,5 persen.
Ambisi Besar The Pharaohs

Kubu lawan datang membawa motivasi tinggi usai menyingkirkan Australia lewat drama adu penalti 4-2 menyusul hasil imbang 1-1.
Mesir membidik status negara Afrika kelima sepanjang sejarah menembus fase delapan besar Piala Dunia mengikuti jejak Kamerun, Senegal, Ghana, dan Maroko.
Kondisi kebugaran sang kapten, Mohamed Salah, berangsur membaik meski sempat mengalami kendala otot hamstring.
Baca juga:
Bawa Argentina ke 16 Besar Piala Dunia 2026, Lionel Messi Pecahkan Rekor dengan 5 Statistik Gemilang
Penggawa Liverpool tersebut sukses menyelesaikan laga 120 menit sekaligus mengeksekusi penalti penentu kemenangan.
Kehadiran Mohamed Salah menjadi ancaman nyata lini pertahanan Argentina mengingat torehan impresif berupa kreasi 16 peluang sepanjang turnamen bergulir.
Laga malam nanti menjadi pertemuan perdana kedua negara panggung resmi Piala Dunia setelah duel persahabatan tahun 2008 silam di Kairo. Pemenang pertandingan bergengsi ini akan menghadapi pemenang laga antara Kolombia atau Swiss babak perempat final.
Prakiraan Pemain
Argentina (4-4-2)
- Kiper: Emiliano Martínez (23)
- Bek: Facundo Medina (25), Lisandro Martínez (6), Cristian Romero (13), Nahuel Molina (26)
- Gelandang: Thiago Almada (16), Enzo Fernández (24), Alexis Mac Allister (20), Rodrigo De Paul (7)
- Penyerang: Lautaro Martínez (22), Lionel Messi (10)
Mesir (Formasi 4-2-3-1)
- Kiper: Mostafa Shobeir (23)
- Bek: Karim Hafez (15), Ramy Rabia (5), Yasser Ibrahim (2), Mohamed Hany (3)
- Gelandang Bertahan: Mahmoud Saber (21), Marwan Attia (19)
- Gelandang Serang: Salah (10), Emam Ashour (8), Mostafa Ziko (11)
- Penyerang: Omar Marmoush (22)