MerahPutih Bisnis - Pemerintah melalui Kementerian ESDM melelang delapan wilayah kerja (blok) Minyak dan Gas (Migas) pada 2015, tapi tidak ada satu pun peminatnya. Menurut Direktorat Jenderal Migas, Kementerian ESDM, Agus Cahyono Adi sepinya peminat lelang dikarenakan harga minyak dunia yang rendah.
"Kalau lelang tidak laku sebetulnya karena harga (minyak) sedang rendah. Mereka sedang konsentrasi menyelesaikan kontrak yang ada. Sebelum kontrak kan mereka hitung lagi. Saat ini, harga sudah perlahan naik lagi dan pemerintah komitmen berikan insentif untuk naikkan investasi," ujarnya di sela acara Indonesia Investment Week 2016, di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Jumat (6/5).
Agus menambahkan, saat ini walaupun perlahan harga minyak mulai naik, tapi belum ada perubahan. Namun, Agus yakin ke depan akan ada investor yang akan menanamkan investasinya di sektor migas.
"Kami akan terus mengupayakan dengan pola Production Sharing Contrak (PSC) antara pihak kontraktor dengan pemerintah. Tapi porsi pembahasan ke daerah kecil, yang diberikan adalah kontrak-kontrak baru unconventional kan pemerintah baru keluarkan ada beberapa pilihan," jelasnya.
Tahun ini, pemerintah berencana akan kembali melelang blok migas. Agus berharap situasi pada tahun ini akan berbeda sebab pemerintah telah mempersiapkan beberapa insentif.
"Kami juga sudah menyiapkan insentif-instentif supaya kejadian tahun lalu tidak terulang. Saat ini sedang dalam pembahasan bersama,"terangnya.
Seperti diketahui, pemerintah melelang delapan blok migas pada 10 September 2015. West Berau di lepas pantai Papua Barat dan Southwest Bengara di daratan Kalimantan Timur ditawarkan dengan skema penawaran langsung. Sementara Rupat Labuhan di lepas pantai Riau dan Sumatera Utara, Nibung di daratan Riau dan Jambi, West Asri di lepas pantai Lampung, Oti di lepas pantai Kalimantan Timur, North Adang di lepas pantai Kalimantan Timur, dan Kasuri II di daratan Papua ditawarkan melalui mekanisme reguler.
Namun, sampai batas akhir pemasukan pada 26 Oktober 2015, tidak ada peserta lelangnya untuk West Berau dan Southwest Bengara. Sedangkan, hanya ada dua perusahaan yang memasukkan dokumen partisipasi, yaitu Azipac Limited untuk Blok Oti dan PT Agra Energi Indonesia untuk Blok Kasuri II.
Tahun ini Kementerian ESDM bakal menawarkan 14 WK migas yang terdiri dari 11 WK migas konvensional, dan tiga nonkonvensional. Ke-11 WK migas konvensional terdiri dari empat WK yang ditawarkan, melalui lelang reguler dan tujuh WK yang ditawarkan melalui penawaran langsung (direct proposal).
WK migas yang ditawarkan melalui lelang reguler adalah South CPP, Suramana I, South East Mandar dan North Arguni. Sedangkan WK migas yang ditawarkan melalui direct proposal adalah Bukit Barat, Bukit Gajah Dua, Kasongan, Ampuh, Ebuny, Onin dan West Kaimana.
Sementara WK nonkonvensional yang akan ditawarkan adalah MNK (Migas Non Konvensional) Batu Ampar, GMB (Gas Metana Batubara) Bungamas, dan GMB Raja. Selain itu direncanakan dilakukan penandatanganan kontrak kerja sama MNK Central Bangkanai. (Abi)
BACA JUGA: