MerahPutih.com - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI membentuk tim respons krisis sebagai langkah perlindungan bagi warga negara Indonesia (WNI) yang masih berada di kawasan Timur Tengah, menyusul eskalasi konflik antara Iran lawan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Tugas tim ini akan memantau perkembangan situasi secara intensif agar pemerintah dapat bergerak cepat jika kondisi keamanan memburuk.
“Kami membentuk crisis response team dan meningkatkan komunikasi intensif setiap harinya antara Kemlu Pusat dengan perwakilan-perwakilan terdampak di kawasan untuk mendapatkan update kondisi real situasi keamanan di lapangan dan kondisi serta keberadaan para WNI,” kata Plt. Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, kepada media, di Jakarta, Jumat (6/3).
Baca juga:
WNI di Iran Mulai Dievakuasi Hari Ini, Tahap Pertama Lewat Jalur Darat Azerbaijan
Koordinasi Data Riil WNI di Area Konflik
Kemelu terus memperkuat koordinasi dengan perwakilan RI di kawasan terdampak. Perwakilan RI terus menjalin komunikasi dengan simpul-simpul WNI, memperbarui data jumlah dan sebaran WNI, serta menyiapkan rencana kontinjensi termasuk opsi evakuasi jika diperlukan.
Tak hanya itu, Kemenlu juga aktif meningkatkan komunikasi eksternal dengan otoritas setempat dan mengimbau WNI untuk proaktif memantau informasi resmi serta menjaga komunikasi dengan perwakilan RI terdekat.
"Kita tidak henti-hentinya menyampaikan imbauan kewaspadaan kepada para WNI di wilayah akreditasi di masing-masing perwakilan untuk memantau informasi resmi dari otoritas tempat dan perwakilan RI, dan menjaga komunikasi intensif dengan perwakilan RI terkait atau terdekat," tuturnya.
Baca juga:
DPR Minta Pemerintah Waspadai Serangan AS-Israel ke Iran, Keselamatan WNI Jadi Prioritas
Akomodasi WNI Terdampak Ditanggung
Heni menambahkan Kemenlu juga memantau operasional bandara internasional dan ketersediaan penerbangan setiap hari, karena ada sejumlah WNI mengalami kendala perjalanan akibat pembatasan atau penutupan ruang udara. Namun, pemerintah memastikan mereka tetap mendapatkan pendampingan selama menunggu penerbangan lanjutan.
“Untuk para WNI stranded ini, sambil menunggu penerbangan yang akan membawa mereka, mereka mendapatkan akomodasi, penginapan, konsumsi, serta pengaturan jadwal penerbangan lanjutan yang dikomunikasikan oleh perwakilan RI dan otoritas setempat,” tandasnya. (Asp)