Kemenlu Bentuk Tim Krisis Lindungi WNI di Timur Tengah, Ini Tugasnya

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Jumat, 06 Maret 2026
Kemenlu Bentuk Tim Krisis Lindungi WNI di Timur Tengah, Ini Tugasnya

Gedung Kementerian Luar Negeri. Foto: Kemlu RI

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI membentuk tim respons krisis sebagai langkah perlindungan bagi warga negara Indonesia (WNI) yang masih berada di kawasan Timur Tengah, menyusul eskalasi konflik antara Iran lawan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Tugas tim ini akan memantau perkembangan situasi secara intensif agar pemerintah dapat bergerak cepat jika kondisi keamanan memburuk.

“Kami membentuk crisis response team dan meningkatkan komunikasi intensif setiap harinya antara Kemlu Pusat dengan perwakilan-perwakilan terdampak di kawasan untuk mendapatkan update kondisi real situasi keamanan di lapangan dan kondisi serta keberadaan para WNI,” kata Plt. Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, kepada media, di Jakarta, Jumat (6/3).

Baca juga:

WNI di Iran Mulai Dievakuasi Hari Ini, Tahap Pertama Lewat Jalur Darat Azerbaijan

Koordinasi Data Riil WNI di Area Konflik

Kemelu terus memperkuat koordinasi dengan perwakilan RI di kawasan terdampak. Perwakilan RI terus menjalin komunikasi dengan simpul-simpul WNI, memperbarui data jumlah dan sebaran WNI, serta menyiapkan rencana kontinjensi termasuk opsi evakuasi jika diperlukan.

Tak hanya itu, Kemenlu juga aktif meningkatkan komunikasi eksternal dengan otoritas setempat dan mengimbau WNI untuk proaktif memantau informasi resmi serta menjaga komunikasi dengan perwakilan RI terdekat.

"Kita tidak henti-hentinya menyampaikan imbauan kewaspadaan kepada para WNI di wilayah akreditasi di masing-masing perwakilan untuk memantau informasi resmi dari otoritas tempat dan perwakilan RI, dan menjaga komunikasi intensif dengan perwakilan RI terkait atau terdekat," tuturnya.

Baca juga:

DPR Minta Pemerintah Waspadai Serangan AS-Israel ke Iran, Keselamatan WNI Jadi Prioritas

Akomodasi WNI Terdampak Ditanggung

Heni menambahkan Kemenlu juga memantau operasional bandara internasional dan ketersediaan penerbangan setiap hari, karena ada sejumlah WNI mengalami kendala perjalanan akibat pembatasan atau penutupan ruang udara. Namun, pemerintah memastikan mereka tetap mendapatkan pendampingan selama menunggu penerbangan lanjutan.

“Untuk para WNI stranded ini, sambil menunggu penerbangan yang akan membawa mereka, mereka mendapatkan akomodasi, penginapan, konsumsi, serta pengaturan jadwal penerbangan lanjutan yang dikomunikasikan oleh perwakilan RI dan otoritas setempat,” tandasnya. (Asp)

#Timur Tengah #Konflik Israel-Iran #Kementerian Luar Negeri
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Syekh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, menyerukan dibentuknya kerangka kerja keamanan regional yang menyatukan negara-negara Teluk dan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Dunia
Aljazair Putus Hubungan dengan Uni Emirat Arab, Ruang Udara Ditutup
Pernyataan itu menyebutkan bahwa keputusan tersebut diambil sebagai respons atas eskalasi tindakan provokatif UEA yang tidak lagi dapat ditoleransi karena mengusik kedaulatan dan urusan dalam negeri Aljazair.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 11 September 2026
Aljazair Putus Hubungan dengan Uni Emirat Arab, Ruang Udara Ditutup
Indonesia
Ekspor Gas Terhambat, Qatar Alami Defisit Terbesar Dalam 10 Tahun Capai Rp 102,4 Triliun
Jika perang ekonomi berlanjut, Teheran dapat memicu pembentukan zona larangan maritim di seluruh Teluk Persia.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 09 September 2026
Ekspor Gas Terhambat, Qatar Alami Defisit Terbesar Dalam 10 Tahun Capai Rp 102,4 Triliun
Indonesia
8 WNI Gabung Militer Rusia, DPR Soroti Konsekuensi Status Kewarganegaraan
Sebanyak 8 WNI bergabung dengan militer Rusia. DPR meminta pemerintah untuk tidak kecolongan lagi.
Soffi Amira - Rabu, 02 September 2026
8 WNI Gabung Militer Rusia, DPR Soroti Konsekuensi Status Kewarganegaraan
Indonesia
Raja Harald V Wafat, Menlu Sugiono Tulis Pesan Duka di Kedubes Norwegia
Raja Norwegia Harald V wafat pada usia 89 tahun. Menlu Sugiono menyampaikan belasungkawa atas nama pemerintah dan rakyat Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 02 September 2026
Raja Harald V Wafat, Menlu Sugiono Tulis Pesan Duka di Kedubes Norwegia
Indonesia
Kemlu RI Verifikasi 8 WNI Diduga Direkrut Jadi Tentara Rusia, Dalami Dugaan Penipuan
Kemlu RI memverifikasi informasi 8 WNI yang disebut direkrut menjadi tentara Rusia. Pemerintah juga mendalami dugaan penipuan, eksploitasi, dan tawaran kerja.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 01 September 2026
Kemlu RI Verifikasi 8 WNI Diduga Direkrut Jadi Tentara Rusia, Dalami Dugaan Penipuan
Dunia
Badai Debu Menerpa Suriah, Langit Homs Berubah Merah
Fenomena itu menarik perhatian setelah sejumlah gambar dan video beredar.
Dwi Astarini - Senin, 31 Agustus 2026
Badai Debu Menerpa Suriah, Langit Homs Berubah Merah
Indonesia
Asap Karhutla Kalimantan Bisa Sampai Malaysia, Puan Minta Kemlu Segera Berkoordinasi
Puan Maharani meminta Kemlu berkoordinasi dengan Malaysia terkait dampak asap karhutla di Kalimantan yang dapat dirasakan hingga negara tetangga.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 27 Agustus 2026
Asap Karhutla Kalimantan Bisa Sampai Malaysia, Puan Minta Kemlu Segera Berkoordinasi
Dunia
AS Tekor, Fasilitas Intelijen di Timur Tengah Hancur Dibombardir Rudal Iran
Serangan rudal Iran menghancurkan fasilitas intelijen AS di Timur Tengah. Kerugian diperkirakan miliaran dolar AS.
Wisnu Cipto - Rabu, 26 Agustus 2026
AS Tekor, Fasilitas Intelijen di Timur Tengah Hancur Dibombardir Rudal Iran
Indonesia
Iran Berhasil Rusak Fasilitas Intelijen dan Peralatan Pengawasan Amerika Serikat di Timur Tengah
NBC News melaporkan bahwa biaya untuk memulihkan fasilitas dan peralatan tersebut diperkirakan mencapai miliaran dolar AS.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 26 Agustus 2026
Iran Berhasil Rusak Fasilitas Intelijen dan Peralatan Pengawasan Amerika Serikat di Timur Tengah
Bagikan