MerahPutih.com - Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi (BPIP), Antonius Benny Susetyo, mengecam sikap Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang mengasosiasikan Islam dengan terorisme.
Kekerasan termasuk di dalamnya tindak terorisme tidak ada kaitannya dengan agama. Orang melegalkan kekerasan orang tidak mengenal Tuhan karena manipulasi agama untuk membenarkan menggunakan budaya kematian.
Benny menekankan, kebebasan berekspersi dan berpendapat merupakan hak asasi setiap manusia. Namun, ia menegaskan, hal itu tidak boleh disalahgunakan atau dimanipulasi dengan nilai agama.
Baca Juga:
Mahfud MD Minta Aksi Kecam Presiden Prancis tak Dilakukan Anarkis
"Kebebasan berekspresi, berpendapat hak asasi yang mendasar namun kebebasan tidak bisa di salah gunakan dan di manipulasi untuk membenarkan penghinaan nilai agama yang suci," tegas Benny.
Benny mengingatkan, tidak ada satu agama pun di dunia ini yang mengajarkan umatnya untuk melakukan kekerasan.
"Tindak kekerasan itu hanya dilakukan oleh orang yang tidak mengenal Tuhan. Setiap orang mencintai Tuhan tidak akan melakukan tindakan seperti itu," ujar Benny.
Menurut Benny, Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) harus membuat regulasi terkait penghormatan terhadap agama-agama.
"Ke depan dibutuhkan konsensus bersama untuk menyepakati mengenai pentingnya penghormatan hal yang suci dan sakral dalam semua agama di dunia ini," tutup Benny.(Pon)
Baca Juga:
Protes Indonesia dan Dunia Islam Pada Prancis