Merahputih.com - Hari Raya Idul Adha 1447 H dijadikan sarana untuk memperkuat toleransi antar umat beragama. Dengan semangat toleransi, Pastor Kepala Paroki Santa Theresia, Romo Benny Beatus Wetty, SJ menyerahkan hewan kurban berupa dua ekor sapi kepada komunitas umat Muslim di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (26/5).
Romo Benny dalam kesempatan pertama menyerahkan satu ekor sapi kepada Ustaz Harun Al Rasyid, perwakilan pengurus Musala Ijtihad, Karet Tengsin, Jakarta Pusat, Selasa, 26 Mei 2026 pagi.
Selanjutnya, Romo Benny juga menyerahkan satu ekor kepada Ustaz Babay mewakili komunitas Hurin In Study Center beralamat di Jati Bundar, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Kegiatan bersama yang sudah berjalan dalam semangat toleransi dan persaudaraan serta menghargai keberagaman tetap dijaga,
ujar Romo Benny di kediaman Ustaz Babay, Jati Bundar, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (26/5).
Romo Benny berharap hubungan dan komunikasi yang sudah berjalan baik selama ini tetap dijaga.
Baca juga:
Spirit Idul Adha 1447 H Merawat Alam dan Kemanusiaan, Menag Minta Masjid jangan Kotor setelah Kurban
”Semoga sapi (hewan kurban) menjadi berkah untuk Pak Ustaz Babay beserta komunitasnya,” ujar Romo Benny menambahkan.
Romo Benny didampingi anggota Dewan Paroki Harian (DPH) Agustinus Sugiarto dan Friederich Batari, Ketua Seksi Hubungan Antaragama dan Kemasyarakatan (HAAK) Cheppy T Wartono dan Sekretaris Seksi HAAK Marcel serta Ketua Lingkungan Karet Tengsin Santo Joseph, Andreas Sunarto.
Sementara itu, Ustaz Babay didampingi Ustaz Eka Candra dan komunitas Hurin In Study Center, Jati Bundar, Tanah Abang.
Romo Benny berharap Ustaz Babay berkenan menerima sumbangan dari Umat Paroki Santa Theresia, Jakarta Pusat.
Ustaz Babay mengucapkan terima kasih kepada Paroki Santa Theresia yang senantiasa memberikan bantuan dan menjalin kerja sama.
”Ini sumbangan sudah ke enam kalinya kepada kami,” ujar Ustaz Babay.
Pada kesempatan itu, Ustaz Babay menekankan pentingnya memperkuat semangat toleransi sesama umat beragama.
Ketua Seksi Hubungan Antar Agama dan Kemasyarakatan Gereja Santa Theresia, Cheppy T Wartono mengatakan kegiatan sumbangan hewan kurban ini bagian dari budaya Paroki Theresia .
”Ini bagian dari budaya Paroki Theresia dalam membangun semangat toleransi dan sudah bertahun-tahun berjalan. Hal ini harus terus dijaga,” ujar Cheppy T Wartono yang juga mantan Duta Besar RI untuk Meksiko dan juga mantan anggota DPR RI ini.
Cheppy juga menegaskan toleransi antaragama menjadi ciri khas dari umat Katolik dan ini harus terus dipertahankan.
“Tujuan kemanusiaan menjadi salah satu tujuan kita beragama. Ini sejalan dengan apa yang disampaikan Ustaz Babay,” ujar Cheppy T Wartono.

