MerahPutih.com - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar buka suara soal Presiden Prabowo Subianto yang menyalurkan lebih dari seribu hewan kurban pada momentum Idul Adha.
Prabowo menyalurkan hewan kurban itu menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menurut dia, semangat kurban pada dasarnya adalah menghadirkan kebahagiaan dan kecukupan pangan bagi masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan.
Ia meyakini yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto selaras dengan poin tersebut.
“Iya, jadi saya kira sudah kemarin kita juga sudah jelaskan bahwa Bapak Presiden itu juga sudah kita terima hewan kurbannya di Istiqlal. Ya, kalau Bapak Presiden mau memberikan ke tempat lain itu enggak ada masalah,” ujar Menag di Masjid Istiqlal Jakarta, Kamis (28/5).
Baca juga:
Menteri Agama: Daging Kurban Bukan Cuma Buat Muslim, Tapi untuk Semua Orang Kelaparan
Menurutnya, dalam ajaran Islam, menekankan pentingnya kepedulian sosial pada momentum hari raya. Pada Idul Adha, semangat yang sama diwujudkan melalui pembagian daging kurban.
Menag Nasaruddin berharap momentum kurban dapat membantu masyarakat memperoleh asupan gizi, terutama daging, yang mungkin tidak selalu bisa mereka konsumsi dalam keseharian.
Ia juga menegaskan semangat berbagi dalam Idul Adha tidak terbatas hanya bagi umat Islam. Menurutnya, siapa pun dapat ikut berkontribusi membantu masyarakat yang membutuhkan, termasuk kalangan nonmuslim.
Kurban itu bukan hanya untuk umat Islam loh ya, tetapi siapa pun yang kelaparan dan yang membutuhkan,
pungkasnya.
Sekadar informasi, pengadaan 1.098 ekor sapi kurban yang disalurkan atas nama Presiden Prabowo Subianto pada Idul Adha 2026 menggunakan dana APBN sebesar Rp100 miliar. Penyaluran ini memicu polemik publik terkait legalitas penggunaan kas negara untuk keperluan kurban presiden. (Knu)

