Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Jamaah Calon Haji Indonesia Diminta Fokus Ibadah, Hindari Risiko di Luar Agenda Resmi

Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026

Merahputih.com - Jemaah calon haji Indonesia perlu mewaspadai risiko kelelahan dan aktivitas tambahan di luar agenda utama selama berada di Tanah Suci.

Hal ini menjadi sorotan utama setelah munculnya imbauan resmi terkait keselamatan dan perlindungan fisik jemaah agar pelaksanaan ibadah tetap berjalan lancar dan khusyuk.

Prioritas Keselamatan Pasca-Insiden Madinah

Anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya, menginstruksikan jemaah haji Indonesia agar tetap fokus menjalankan rangkaian ibadah inti. Ia menekankan pentingnya menghindari aktivitas di luar kepentingan haji yang berpotensi memicu kelelahan berlebihan atau risiko fisik lainnya.

Baca juga:

Bus Haji Indonesia Kecelakaan Pulang Ziarah dari Jabal Magnet, 10 Orang Terluka

Imbauan ini merespons insiden kecelakaan bus yang melibatkan jemaah Indonesia di kawasan Jabal Magnet, Madinah, pada Selasa (28/4).

Meskipun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, Atalia menilai kejadian ini menjadi pengingat bagi seluruh jemaah untuk membatasi pergerakan di luar jadwal resmi. Penanganan medis secara cepat telah diberikan kepada jemaah yang mengalami luka-luka di lokasi kejadian.

“Atas nama Komisi VIII DPR RI, saya menyampaikan keprihatinan atas kecelakaan bus yang menimpa jemaah haji Indonesia di Madinah. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa, dan para jemaah yang terluka telah mendapatkan penanganan medis dengan cepat,” ujar Atalia dalam keterangan tertulisnya, Kamis (30/4).

Implementasi Undang-Undang Penyelenggaraan Haji

Legislator dari Fraksi Partai Golkar ini menegaskan bahwa keselamatan jemaah merupakan amanat konstitusi yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah.

Baca juga:

Saudi Airlines Alami Gangguan Roda, 380 Calon Haji Jatim 'Terpaksa Mampir' 24 Jam di Kualanamu

Oleh karena itu, setiap aktivitas harus tetap berada dalam koridor keselamatan demi mendukung kelancaran seluruh rangkaian prosesi di Arab Saudi.

DPR RI juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas gerak cepat Kementerian Haji dan Umrah, Kementerian Luar Negeri, KJRI Jeddah, serta para petugas lapangan.

Sinergi ini memastikan jemaah terdampak mendapatkan pendampingan optimal. Kepatuhan terhadap arahan petugas menjadi kunci utama untuk meminimalkan risiko keamanan selama musim haji berlangsung.

Baca Artikel Asli