Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Jadi Klaster Penyebaran COVID-19, Sebagian Gedung Samsat Polda Metro Ditutup

Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 Juli 2020

Merahputih.com - Klaster COVID-19 baru muncul di Samsat Polda Metro Jaya. Klaster itu terdapat di lantai 4 pelayanan perpanjangan pajak kendaraan sehingga tempat yang menjadi penularan virus corona tersebut sudah ditutup sejak dua minggu lalu untuk sterilisasi.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo menjelaskan pelayanan perpanjangan pajak dipindahkan ke lapangan parkir Ditlantas Polda Metro Jaya.

Baca Juga:

Pemprov DKI Raup Rp600 Juta dari Denda Pelanggaran PSBB

"Untuk pelayanan di lantai 4 Samsat dimana terdapat penularan COVID-19 sejak dua Minggu lalu sudah ditutup dan dipindahkan ke lapangan parkir," kata Sambodo dalam keterangannya, Selasa (28/7).

Sambodo melanjutkan, pihaknya terus melakukan sterilisasi di tempat yang menjadi penularan virus corona tersebut.

"Selama ditutup setiap hari diadakan penyemprotan termasuk lantai lainnya setiap pagi sebelum pelayanan dan sore setelah pelayanan juga dibersihkan dan di semprot dengan disinfektan," ungkap dia.

Polisi masih tunggu aturan dari Pemprov DKI untuk tindak pelanggar PSBB
Polda Metro Jaya masih tunggu aturan dari Pemprov DKI untuk tindak pelanggar PSBB (Foto: antaranews)

Disamping itu, polisi juga sudah memperketat protokol kesehatan di lokasi agar tidak terjadi lagi orang yang terpapar COVID-19. Sejauh ini, tidak ada penderita baru dari klaster itu.

"Sampai saat ini sudah tidak ada lagi penderita baru di kluster tersebut," terang Sambodo.

Ia menjelaskan, jika ada puluhan orang yang positif virus corona dari gedung itu. Saat ini, puluhan orang itu sudah menjalankan isolasi mandiri.

Baca Juga:

Work From Home Dicabut, ASN Pemkot Solo Masuk Kerja 2 Juni

Pihaknya mengaku akan lebih mengetatkan lagi protokol kesehatan disana. Sejauh ini, tidak ada penderita baru dari klaster itu.

"Ke-20 orang tersebut merupakan penderita tanpa gejala dan saat ini sudah dinyatakan negatif namun masih menjalankan isolasi mandiri. Sampai saat ini sudah tidak ada lagi penderita baru di kluster tersebut," kata Sambodo. (Knu)

Baca Artikel Asli