Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Dunia

Trump Isyaratkan Serangan, Iran Peringatkan Perang Baru dengan AS Bisa Lebih Lama

Yusuf Abdillah - Senin, 02 November 2026

Merahputih.com - Iran memperingatkan kemungkinan pecahnya perang baru dengan Amerika Serikat (AS) yang dinilai bisa berlangsung lebih lama dibandingkan konflik sebelumnya.

Ancaman tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan setelah Presiden AS Donald Trump menyebut masih ada sejumlah target di Iran yang perlu diserang.

Pernyataan itu muncul pada Minggu (1/11), ketika upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah masih menghadapi berbagai hambatan. Di sisi lain, AS dan Israel berulang kali menyatakan kesiapan untuk kembali melancarkan serangan.

Baca juga:

Wapres AS Yakin Donald Trump Tak Akan Biarkan Perang Tanpa Akhir dengan Iran

Juru bicara militer Iran, Mohammad Akraminia, mengatakan perang berikutnya berpotensi berlangsung lebih panjang daripada konflik sebelumnya. Ia juga menegaskan bahwa Presiden AS tidak bisa menentukan kapan perang akan berakhir ataupun menetapkan syarat untuk mengakhirinya.

Pernyataan Akraminia tersebut disampaikan melalui televisi pemerintah Iran.

Iran Siap Hadapi Serangan Baru AS dan Israel

Dalam fase paling sengit konflik yang dimulai pada 28 Februari itu, Iran membalas serangan gabungan AS dan Israel dengan meluncurkan rudal serta pesawat nirawak ke sejumlah wilayah di kawasan Timur Tengah.

Kelompok-kelompok bersenjata yang bersekutu dengan Teheran juga terlibat dalam pertempuran, termasuk di Lebanon dan Yaman.

Baca juga:

3 Kapal Tengker Hantam Ranjau di Selat Hormuz, Iran Sebut Kapal Matikan Radar

Peringatan terbaru Iran disampaikan setelah Trump mengisyaratkan bahwa militer AS dapat kembali menyerang sejumlah target yang masih tersisa di negara tersebut.

Sejumlah pejabat tinggi militer dan politik Iran pun menegaskan kesiapan negara itu untuk menghadapi kemungkinan serangan lanjutan.

Garda Revolusi Iran Kirim Peringatan kepada AS

Peringatan serupa juga disampaikan juru bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Hossein Mohebbi, pada Minggu.

Mohebbi mengulangi pesan yang sebelumnya disampaikan Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Ayatollah Mojtaba Khamenei, melalui pernyataan tertulis sehari sebelumnya.

Dalam konflik dengan Amerika, tidak ada batasan geografis. Wilayah yang luas telah ditetapkan sebagai medan untuk memberikan kerugian kepada musuh,

kata Mohebbi seperti dikutip televisi pemerintah Iran.

Pernyataan tersebut menegaskan sikap Teheran yang menganggap kemungkinan konflik baru dengan Washington bukan ancaman yang terbatas pada satu wilayah. Ketegangan pun masih membayangi upaya diplomatik untuk meredakan konflik di Timur Tengah.

Baca Artikel Asli