Merahputih.com - Belanda tampaknya tak lagi jadi primadona utama PSSI dalam berburu pemain keturunan Timnas Indonesia akibat rumitnya regulasi izin kerja pasca-naturalisasi.
Federasi kini mulai putar otak dan mengalihkan radar pencarian calon pemain naturalisasi berkualitas ke lima negara lain, mulai dari Jerman hingga Amerika Serikat demi memperkuat kedalaman skuad Garuda.
Langkah strategis ini langsung menjawab kekhawatiran para pencinta Timnas agar proses perekrutan diaspora berdarah Indonesia tidak terus-terusan tersandera oleh aturan ketat bagi pemain non-Uni Eropa di liga setempat.
Baca juga:
Polemik administrasi belakangan ini memang jadi PR besar, terutama terkait regulasi Liga Belanda dan kebijakan KNVB yang makin menyulitkan ruang gerak talenta kita.
Kasus paling viral tentu saja menimpa bek andalan Timnas Indonesia, Dean James, yang terseret skandal Paspoort Gate setelah resmi memegang KTP WNI pada Maret 2025 lalu.
Perubahan status kewarganegaraan ini ternyata malah memicu masalah izin kerja di kompetisi Belanda, sampai-sampai Dean James harus rela dicoret dari agenda FIFA Series Maret 2026 demi membereskan urusan hukumnya.
Tak heran jika nasib serupa yang mengintai pilar lain seperti Justin Hubner, Nathan Tjoe-A-On, hingga Tim Geypens bikin PSSI makin waspada dan mencari jalan alternatif.
Radar Baru PSSI: Jelajah Talenta dari Eropa hingga Australia

Keresahan soal regulasi imigrasi dan ketenagakerjaan di Belanda akhirnya memaksa PSSI untuk melebarkan sayap pemantauan.
Alih-alih terpaku pada satu kompetisi, tim scouting kini agresif membidik talenta segar yang berkarier di Jerman, Spanyol, Belgia, Australia, hingga Amerika Serikat.
Baca juga:
NAC Breda Ajukan Banding Keputusan KNVB, Gandeng Pengacara Gugat Status Dean James
Manuver federasi ini secara gamblang dibocorkan oleh Staf Khusus Menteri Hukum, Noor Korompot, yang memantau langsung dinamika naturalisasi.
Kabarnya tim pemantau dari PSSI justru mengalihkan perhatiannya pada pemain berdarah Indonesia yang main di Jerman, Amerika, Australia, Belgia dan Spanyol serta negara Eropa di luar Belanda,
ungkap Noor Korompot melalui akun Instagram pribadinya.
Eksplorasi di kelima negara tersebut jelas membuka peluang emas bagi kedalaman taktik pelatih. Kehadiran amunisi baru dari liga-liga kompetitif seperti Jerman dan Spanyol tidak hanya menawarkan variasi gaya bermain yang lebih kaya, tapi juga memastikan regenerasi skuad nasional tidak macet hanya karena urusan birokrasi di satu negara.
Menarik untuk ditunggu, siapa nama-nama kejutan berikutnya yang akan dijemput pulang untuk mengenakan jersei Merah Putih!