MERAHPUTIH.COM - PERTUMBUHAN ekonomi Indonesia yang cenderung stagnan menuai sorotan tajam. Ekonom Achmad Nur Hidayat mengungkapka ada beberapa faktor utama yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi stagnan.
Salah satunya adalah karena ketergantungaan ekonomi yang masih sangat tinggi pada ekspor komoditas. “Ketika harga komoditas global turun, ekonomi Indonesia ikut terpukul,” kata Achmad kepada wartawan, Rabu (25/8).
Menurut Achmad, investasi yang masuk ke Indonesia masih terkonsentrasi pada sektor-sektor tertentu, seperti infrastruktur dan properti. “Investasi di sektor-sektor produktif seperti manufaktur dan teknologi masih relatif rendah,” jelasnya.
Baca juga:
Selain itu, Achmad juga mengungkap faktor penghambat lainnya. “Tertekannya konsumsi domestik, yang menjadi pendorong utama pertumbuhan, juga menjadi salah satu penghambat dari pertumbuhan ekonomi,” tutup pria yang juga pengajar di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta.
Ekonomi Indonesia berada di posisi stagnan di kisaran 5 persen di tengah-tengah ketidakstabilan ekonomi global. Data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian di Indonesia mengalami pertumbuhan sebesar 5,05 persen pada Kuartal II 2024 year on year.(knu)
Baca juga:
Kata Pengusaha Jika Indonesia Ingin Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen