Airlangga Yakinkan Ekonomi Indonesia Lepas Landas Menuju 8 Persen

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Jumat, 13 Februari 2026
Airlangga Yakinkan Ekonomi Indonesia Lepas Landas Menuju 8 Persen

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Sambangi KPK Bahas Tarif Resiprokal Amerika Serikat

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah menggelar Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, yang bertujuan untuk memaparkan arah ekonomi Indonesia kedepannya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa dalam dua tahun ke depan, Indonesia siap lepas landas menuju pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen, sehingga memerlukan reformasi struktural yang dilakukan secara berkelanjutan.

"Seperti pesawat, kita pernah mau take off di tahun 1998 tetapi ada gangguan internasional," kata Airlangga dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2).

Target ini, kata ia, bisa dicapai dengan mengoptimalkan mesin pertumbuhan seperti belanja pemerintah dan belanja masyarakat, investasi pelaku usaha, serta peran Danantara yang harus bergerak harmonis dan saling mendukung.

Baca juga:

Menteri Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi Capai 6 Persen di 2026, Ini Yang Bakal Dilakukan

kit

Selain itu, mesin pertumbuhan juga didukung oleh kebijakan yang terprediksi dan sistem keuangan, baik bank maupun pasar finansial yang lebih dalam. Pemerintah juga mengoptimalkan kinerja ekspor seiring dengan dibukanya ekspor ke banyak negara.

“Di sektor tekstil saja, kalau kita buka semua dalam 10 tahun ke depan, diperkirakan bisa meningkat 10 kali, Pak Presiden, sehingga kesempatan kerja menjadi lebih tinggi,” kata Airlangga kepada Presiden RI Prabowo Subianto.

Dengan landasan investasi yang kuat, penyederhanaan birokrasi, serta penegakan hukum yang konsisten sebagaimana diarahkan Presiden, Airlangga meyakini Indonesia memiliki fondasi kokoh untuk mencapai fase lepas landas ekonomi.

Di tengah perlambatan global dengan pertumbuhan dunia yang stagnan, Indonesia di antara negara-negara G20 mencatat pertumbuhan tertinggi kedua pada kuartal keempat 2025 setelah India, dengan pertumbuhan tahunan (yoy) sebesar 5,11 persen.

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang tetap solid, didukung stimulus ekonomi yang tepat sasaran, stabilitas harga, serta meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode hari besar keagamaan.

Konsumsi lembaga nonprofit, investasi, dan belanja modal pemerintah juga mencatatkan pertumbuhan signifikan. Belanja pemerintah pada program prioritas dan stimulus ekonomi berperan menjaga permintaan domestik sekaligus menjadi penyangga terhadap risiko perlambatan.

Kemudian, kinerja ekspor tumbuh positif seiring peningkatan nilai dan volume. Sektor pariwisata juga tumbuh baik ditopang oleh kenaikan kunjungan wisatawan. Sektor pertanian, industri pengolahan, serta transportasi dan akomodasi turut mencatatkan kinerja yang kuat.

Airlangga menyampaikan, perkembangan ekonomi turut diiringi perbaikan indikator sosial, tercermin dari penurunan tingkat kemiskinan, membaiknya rasio gini, serta turunnya tingkat pengangguran dan meningkatnya penyerapan tenaga kerja.

Ke depan, pertumbuhan ekonomi tahun 2026 ditargetkan berada pada kisaran 5,4-5,6 persen dengan fokus pada sektor pertanian, manufaktur, digital, dan energi, serta implementasi program prioritas nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Tiga Juta Rumah.

“Diharapkan ini menjadi sumber pertumbuhan yang mampu menyerap tenaga kerja luas, akselerasi produktivitas dan penggerak utama pendukung pembiayaan yang non-APBN di antaranya melalui Danantara,” kata Airlangga. (*)

#Ekonomi #Pertumbuhan Ekonomi #Ekonomi Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Berita
Dampak Ekonomi Global terhadap Indonesia pada 2026, Ini Tantangannya
Dampak ekonomi global terhadap Indonesia pada 2026 mencakup suku bunga AS, inflasi, ekspor komoditas, investasi, dan tantangan APBN.
ImanK - Kamis, 15 Oktober 2026
Dampak Ekonomi Global terhadap Indonesia pada 2026, Ini Tantangannya
Indonesia
Alasan Kenapa Indonesia Harus Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Indonesia memiliki waktu terbatas untuk memanfaatkan besarnya penduduk usia produktif sebelum populasi menua dan rasio ketergantungan meningkat
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Oktober 2026
Alasan Kenapa Indonesia Harus Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Indonesia
Ungkap Arah APBN 2027, Menkeu Suahasil: Kejar Pertumbuhan 6 Persen Tetap Jaga Disiplin Fiskal
APBN 2027 menganggarkan belanja Rp 4.106,3 triliun dengan defisit Rp 671,2 triliun atau 2,4 persen PDB untuk mendukung target ekonomi 6 persen.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
Ungkap Arah APBN 2027, Menkeu Suahasil: Kejar Pertumbuhan 6 Persen Tetap Jaga Disiplin Fiskal
Indonesia
Bank Dunia Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Tapi Aktivitas Ekonomi Domestik Tunjukan Pelemahan
Bauran kebijakan pemerintah dinilai turut menopang pertumbuhan ekonomi jangka pendek, namun pada saat yang sama berkontribusi terhadap pelebaran ketidakseimbangan fiskal dan eksternal.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 06 Oktober 2026
Bank Dunia Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Tapi Aktivitas Ekonomi Domestik Tunjukan Pelemahan
Indonesia
Presiden Prabowo Bicara Ambisi Ekonomi RI, Target Masuk 4 Besar Dunia pada 2050
Prospek tersebut berkaitan dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang dinilainya tetap kuat.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
Presiden Prabowo Bicara Ambisi Ekonomi RI, Target Masuk 4 Besar Dunia pada 2050
Indonesia
Prabowo Ungkap Investasi Rp 1.010 Triliun dan 1,4 Juta Lapangan Kerja Baru, Singgung MBG dan Kopdes Merah Putih
Prabowo menyebut investasi Indonesia mencapai Rp 1.010 triliun hingga Juni 2026 dan berkontribusi membuka sekitar 1,4 juta lapangan kerja.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Prabowo Ungkap Investasi Rp 1.010 Triliun dan 1,4 Juta Lapangan Kerja Baru, Singgung MBG dan Kopdes Merah Putih
Indonesia
Prabowo Soroti Inflasi 2,92 Persen dan Investasi Rp1.010 Triliun, Optimistis Ekonomi Indonesia
Presiden Prabowo Subianto optimistis Indonesia bisa masuk 5 besar ekonomi dunia pada 2050. Ia menyoroti inflasi 2,92 persen dan investasi Rp 1.010 triliun.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Prabowo Soroti Inflasi 2,92 Persen dan Investasi Rp1.010 Triliun, Optimistis Ekonomi Indonesia
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Indonesia Resmi Keluar dari Keanggotaan World Bank
Beredar konten yang menyebut Indonesia keluar dari keanggotaan World Bank. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Indonesia Resmi Keluar dari Keanggotaan World Bank
Indonesia
Indonesia Menuju Kapitalisme Negara atau Welfare State? ini Pandangan Para Ekonom
Indonesia diperkirakan menuju kapitalisme negara atau welfare state. Ekonom mengungkapkan risikonya.
Soffi Amira - Jumat, 04 September 2026
Indonesia Menuju Kapitalisme Negara atau Welfare State? ini Pandangan Para Ekonom
Indonesia
Bakom Tegaskan tak Ada Niat Menempatkan BI di Bawah Pemerintah
Independensi tidak boleh mengorbankan koordinasi antarlembaga.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Bakom Tegaskan tak Ada Niat Menempatkan BI di Bawah Pemerintah
Bagikan