Menko Airlangga Temui Mendag China, Indonesia Dorong Investasi Berkualitas dan Perdagangan Seimbang

Soffi AmiraSoffi Amira - Sabtu, 18 Juli 2026
Menko Airlangga Temui Mendag China, Indonesia Dorong Investasi Berkualitas dan Perdagangan Seimbang

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, bertemu Menteri Perdagangan Republik Rakyat Tiongkok, Wang Wentao. Foto: Dok. Kemenko Perekonomian RI

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Republik Rakyat Tiongkok, Wang Wentao di Shanghai, RRT, Jumat (17/7).

Pertemuan itu membahas penguatan kemitraan ekonomi strategis Indonesia–RRT, terutama di bidang perdagangan, investasi, pengembangan kawasan ekonomi, ekonomi digital, energi terbarukan, serta kerja sama ekonomi regional.

Menko Airlangga menyebutkan, Indonesia dan RRT memiliki struktur ekonomi yang saling melengkapi.

Kerja sama ke depan perlu diarahkan pada peningkatan nilai perdagangan yang lebih seimbang, investasi yang berkualitas, transfer teknologi, pengembangan sumber daya manusia, dan penguatan kapasitas industri nasional," ujarnya.

Baca juga:

Prabowo Minta Blok Masela Jadi Penggerak Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia Timur

China Masuk 3 Besar Investor Asing di Indonesia

Ia menyampaikan, selama ini RRT telah menjadi mitra perdagangan utama bagi Indonesia. Pada 2025, nilai total perdagangan Indonesia–RRT mencapai 154,6 miliar dolar AS.

Selama periode 2021–2025, total perdagangan kedua negara menunjukkan tren pertumbuhan sebesar 7,24 persen. Kondisi tersebut menunjukkan besarnya hubungan ekonomi kedua negara sekaligus pentingnya upaya meningkatkan dan menyeimbangkan nilai perdagangan bilateral.

Sementara di bidang investasi, RRT juga menjadi salah satu dari tiga sumber penanaman modal asing terbesar di Indonesia.

Baca juga:

Groundbreaking Proyek LNG Abadi Masela, Prabowo: Investor Harus Untung, Rakyat Harus Sejahtera

Pada 2025, realisasi investasi RRT mencapai hampir 8,1 miliar dolar AS atau sekitar 13 persen dari total investasi asing, terutama pada sektor industri pengolahan, perdagangan, energi, properti, serta transportasi dan pergudangan.

Melalui kerangka Two Countries Twin Parks atau TCTP, Indonesia dan RRT telah membangun berbagai kerja sama antara kawasan ekonomi dan industri, pemerintah daerah, serta pelaku usaha kedua negara. Sampai saat ini, sebanyak 30 Nota Kesepahaman telah ditandatangani dengan estimasi nilai investasi sekitar Rp 37,1 triliun.

Indonesia Dorong Realisasi Investasi dan Joint Venture

Airlangga juga menekankan pentingnya menindaklanjuti berbagai Nota Kesepahaman tersebut menjadi proyek investasi yang konkret.

Pembentukan joint venture antara pelaku usaha Indonesia dengan RRT juga perlu terus didorong guna mempercepat implementasi berbagai kerja sama dalam kerangka TCTP.

"Berbagai Nota Kesepahaman yang telah ditandatangani perlu segera ditindaklanjuti menjadi investasi nyata. Kami juga mendorong pembentukan joint venture agar kerja sama TCTP dapat menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih konkret," ucapnya.

Indonesia turut mengusulkan perluasan kawasan yang dapat menjadi mitra dalam kerangka TCTP. Perluasan tersebut diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang kerja sama industri, memperkuat konektivitas antar kawasan, serta memperluas manfaat investasi bagi berbagai wilayah di Indonesia.

Pemerintah Indonesia juga mengharapkan dukungan Ministry of Commerce RRT untuk mendorong keterlibatan perusahaan RRT sebagai investor, mitra strategis, maupun co-developer dalam pengembangan kawasan industri dan komersial di Indonesia.

Baca juga:

Indonesia Cermati Uji Coba Peluncuran Rudal Balistik China Dari Kapal Selam Bertenaga Nuklir

Indonesia mendorong peningkatan dan penyelarasan nilai perdagangan bilateral agar memberikan manfaat yang semakin seimbang bagi kedua negara. Upaya tersebut dapat ditempuh melalui perluasan akses pasar bagi produk Indonesia, peningkatan ekspor produk bernilai tambah, penguatan hilirisasi, serta pengembangan investasi yang berorientasi ekspor.

Pada konteks tersebut, Danantara Indonesia diharapkan dapat berperan sebagai mitra strategis dalam mendorong masuknya investasi berkualitas, memperkuat kapasitas produksi nasional, dan mengembangkan proyek-proyek prioritas bersama investor RRT.

Kolaborasi tersebut juga diarahkan untuk memperkuat rantai pasok, meningkatkan transfer teknologi, menciptakan lapangan kerja, serta mendukung perdagangan bilateral yang lebih seimbang dan berkelanjutan.

Pada sektor energi, Airlangga mengundang perusahaan RRT untuk meningkatkan partisipasi dan investasi dalam mendukung program Presiden Republik Indonesia terkait pengembangan kapasitas pembangkit listrik tenaga surya hingga 100 gigawatt.

Indonesia mengapresiasi keterlibatan investasi RRT dalam pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terapung Cirata. Proyek tersebut menunjukkan besarnya potensi kerja sama Indonesia–RRT dalam mendukung transisi energi, pengembangan energi bersih, dan pencapaian target penurunan emisi. (Asp)

#Airlangga Hartarto #Kemenko Perekonomian #Ekonomi #Kerja Sama #Investor
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
2 Tahun Prabowo-Gibran, 6 Kali IHSG Sentuh Titik Kritis
Hingga penutupan 16 Oktober, kondisi IHSG di 5.185. Ada penurunannya sekitar 33,29 persen, dari level saat pelantikan 7.772,60.
Dwi Astarini - Senin, 19 Oktober 2026
2 Tahun Prabowo-Gibran, 6 Kali IHSG Sentuh Titik Kritis
Indonesia
IHSG Anjlok Akibat Penilaian MSCI, Investor Diharapkan Rasional
Investor untuk tidak mengambil keputusan investasi hanya karena mengikuti tindakan investor lain atau merespons pergerakan harga saham dalam jangka pendek.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
IHSG Anjlok Akibat Penilaian MSCI, Investor Diharapkan Rasional
Indonesia
Prabowo Anggap Investor Percaya Indonesia Sebagai Saudara
"Adalah masalah kehormatan bagi bangsa Indonesia untuk menjaga mitra-mitra kita. Mitra-mitra kita, kita anggap sebagai saudara-saudara kita," ujarnya.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Prabowo Anggap Investor Percaya Indonesia Sebagai Saudara
Indonesia
Pemerintah Siapkan Bermacam Bantuan, Genjot Ekonomi Kuartal IV-2026
Kebijakan itu di antaranya pembukaan rekening untuk warga negara dengan usia 17 tahun ke atas, bantuan pangan, hingga Bantuan Subsidi Upah (BSU).
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Pemerintah Siapkan Bermacam Bantuan, Genjot Ekonomi Kuartal IV-2026
Indonesia
PPh 21 Ditanggung Pemerintah Bakal Diperluas, Pekerja Gaji di Bawah Rp 10 Juta Dapat Keringanan
Pemerintah berencana memperluas PPh 21 Ditanggung Pemerintah untuk pekerja bergaji di bawah Rp 10 juta. Kebijakan ditargetkan mencakup 7,5 juta pekerja.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
PPh 21 Ditanggung Pemerintah Bakal Diperluas, Pekerja Gaji di Bawah Rp 10 Juta Dapat Keringanan
Indonesia
Simpanan Warga di Koperasi Diusulkan Dijamin LPS
Persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan melibatkan Komisi XI DPR RI, termasuk untuk mengamandemen undang-undang yang diperlukan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
Simpanan Warga di Koperasi Diusulkan Dijamin LPS
Indonesia
Antisipasi Risiko Inflasi, Pemerintah Mitigasi El Nino dan Cuaca Ekstrem
Mitigasi dilakukan melalui optimalisasi pengelolaan air irigasi, percepatan dan pengaturan pola tanam, pemetaan wilayah rawan, penguatan early warning system, serta koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID).
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Antisipasi Risiko Inflasi, Pemerintah Mitigasi El Nino dan Cuaca Ekstrem
Indonesia
Hingga Akhir 2026, Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Bakal Naik
Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) tidak naik hingga akhir 2026.
Yusuf Abdillah - Rabu, 23 September 2026
Hingga Akhir 2026, Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Bakal Naik
Indonesia
Menko Airlangga: Industri Tekstil Bukan Sunset Industry, Masih Terbuka Ruang Ekspansi
Airlangga Hartarto menyebut industri tekstil bukan sunset industry. Sektor TPT menyumbang 0,97% PDB, menyerap 4 juta tenaga kerja dan ekspor US$12 miliar.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 September 2026
Menko Airlangga: Industri Tekstil Bukan Sunset Industry, Masih Terbuka Ruang Ekspansi
Indonesia
Presiden Prabowo Bicara Ambisi Ekonomi RI, Target Masuk 4 Besar Dunia pada 2050
Prospek tersebut berkaitan dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang dinilainya tetap kuat.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
Presiden Prabowo Bicara Ambisi Ekonomi RI, Target Masuk 4 Besar Dunia pada 2050
Bagikan