Merahputih.com - Sejumlah pengendara tampak tertegun menatap papan digital penunjuk harga di sebuah SPBU kawasan Badung, Bali. Deretan angka baru terpampang nyata, memaksa para pemilik kendaraan kelas atas merogoh kocek lebih dalam demi mengisi daya tunggangan mereka.
Baca juga:
Harga BBM Naik Mulai Hari Ini, Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Pertalite Bagaimana?
Di tengah situasi penyesuaian harga Pertamax, PT Pertamina Patra Niaga langsung bergerak cepat menyerukan gerakan bijak energi guna menjaga keadilan distribusi bahan bakar nasional.
Kami mengimbau masyarakat bisa memilah dan memilih, mari lakukan gerakan bijak menggunakan energi, itu bisa diterapkan di seluruh lapisan masyarakat,
Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Roberth Marcelino Verieza Dumatubun, Rabu (10/6).
Menjaga Hak Golongan Menengah ke Bawah
Manajemen Pertamina meminta masyarakat kelas mapan tetap setia menggunakan BBM nonsubsidi meski terjadi kenaikan harga.

Peralihan kembali ke bahan bakar bersubsidi justru berpotensi menguras kuota negara, merugikan kelompok masyarakat membutuhkan bantuan. Kualitas pembakaran mesin kendaraan serta faktor keramahan lingkungan menjadi alasan utama produk nonsubsidi tetap bernilai tinggi.
Distribusi BBM bersubsidi memiliki sasaran spesifik demi menyokong produktivitas harian warga ekonomi lemah:
-
Kendaraan Layanan Umum: Angkutan kota serta fasilitas publik penunjang mobilitas massa.
-
Kendaraan Roda Dua: Sepeda motor mayoritas milik pekerja sektor informal dan komuter.
-
Masyarakat Menengah ke Bawah: Menjaga daya beli pekerja harian agar roda ekonomi tetap berputar.
“Kita memberikan kesempatan bagi mereka lebih berhak menggunakan BBM bersubsidi supaya kemudian tidak berkurang alokasinya atau hak-haknya,” kata Roberth menegaskan komitmen perlindungan kuota energi subsidi.
Rincian Tarif Baru SPBU Pertamina
Penyesuaian tarif per 10 Juni 2026 merubah peta harga sejumlah produk bahan bakar nonsubsidi, sementara produk subsidi terpantau stabil tanpa mengalami lonjakan.
Baca juga:
Data perbandingan harga BBM per liter berlaku saat ini:
-
Pertamax (RON 92): Mengalami penyesuaian dari Rp12.300 menjadi Rp16.250.
-
Pertamax Green 95 (RON 95): Mengalami penyesuaian dari Rp12.900 menjadi Rp17.000.
-
Pertamax Turbo (RON 98): Bertahan pada harga Rp20.750.
-
Dexlite (CN 51): Bertahan pada harga Rp23.000.
-
Pertamina Dex (CN 53): Bertahan pada harga Rp24.800.
-
Pertalite (BBM Subsidi): Tetap stabil pada angka Rp10.000.
-
Biosolar (BBM Subsidi): Tetap stabil pada angka Rp6.800.
Langkah penyesuaian berkala ini mengikuti mekanisme pasar dunia, namun pemerintah tetap membentengi harga bahan bakar pokok masyarakat kecil demi menjaga stabilitas nasional.